Samarinda, Cakrawalakaltim.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, menggarisbawahi pentingnya memberikan asupan gizi dan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikannya saat acara peluncuran Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kota Samarinda Tahun 2024 di Puskesmas Air Putih, Selasa (7/5/24) siang.

“Makanan bergizi dan sehat itu tidak harus mahal. Yang terpenting adalah nilai gizinya. Saya bahkan dari dulu memasak sendiri dengan menggunakan pangan lokal yang tersedia. Saya suka memasak ikan. Makanya anak saya dulu menjadi juara bayi sehat,” kata Rinda, memberikan inspirasi kepada para hadirin, yang mayoritas adalah ibu-ibu.

Menurut Rinda, anak adalah aset berharga yang membutuhkan perhatian khusus dalam tumbuh kembangnya. Ini termasuk pola asuh yang baik dan pemberian makanan sehat.

“Ada banyak ibu yang terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga mereka mengabaikan pola asuh anak mereka. Banyak yang menyerahkan anak mereka kepada pengasuh, sehingga asupan makanan kadang terabaikan. Padahal, asupan makanan selama masa pertumbuhan anak sangat penting,” tegasnya.

Rinda juga menyampaikan keprihatinan terhadap kecenderungan beberapa ibu yang malas memasak dan lebih memilih layanan pesan antar makanan (go food). Namun, kadang-kadang tidak diketahui nilai gizi dari makanan siap saji yang dibeli dari luar tersebut.

“Jika Anda malas memasak, jangan heran jika tumbuh kembang anak Anda tidak sehat. Asupan makanan harus diperhatikan mulai dari dalam kandungan. Kemudian, setelah lahir, penting untuk memberikan ASI eksklusif untuk mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak,” pesannya.

Rinda juga memuji lingkungan Puskesmas Air Putih yang asri dan nyaman. Meskipun pada pandangan pertama tampaknya bukan tempat untuk berobat, tetapi lebih seperti rumah tinggal yang nyaman.

Hal yang sama diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. H. Ismid Kusasih, yang menyebutkan bahwa Puskesmas Air Putih merupakan salah satu Puskesmas yang dinilai ramah anak. Selanjutnya, diharapkan akan menjadi Puskesmas yang ramah lansia.

“Puskesmas Air Putih sulit mendapatkan akreditasi dengan nilai tertinggi, yaitu paripurna. Dari total 26 Puskesmas di Samarinda, 25 di antaranya sudah paripurna. Kegiatan pemberian makanan tambahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka stunting,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, dr. Rudi Agus Riyanto, menyebutkan bahwa pemberian makanan tambahan telah dimulai sejak 1 Mei lalu namun baru diluncurkan saat ini.

Diperkirakan kegiatan ini akan berlangsung selama 120 hari ke depan, hingga 31 Agustus mendatang.

“Selain membantu masyarakat, pemberian makanan tambahan ini juga sebagai upaya kita untuk mengedukasi masyarakat bahwa makanan bergizi tidak harus mahal,” jelasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, dr Sri Puji Astuti, Kepala UPTD Puskesmas Air Putih drg Zheditya Ayu Syawalia, Camat Samarinda Ulu Sujono MSi, serta para lurah di wilayah kerja Puskesmas Air Putih.

Dengan semangat untuk memberikan makanan bergizi dengan biaya terjangkau, acara ini menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesehatan generasi masa depan. (AD)

Loading