SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, mengusulkan efisiensi anggaran hingga 70 persen dalam rencana program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).

Usulan ini menuai tanggapan dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menyatakan bahwa Pemkot Samarinda tidak mampu menerapkan efisiensi sebesar itu.

Dalam pidatonya, Rudy Mas’ud menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

“Seluruh perangkat daerah kami minta untuk dapat lebih efektif, efisien dalam mendesain rencana program kegiatan dan melanjutkan,” ujarnya, Senin (5/5/2025).

Ia menekankan fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, serta meminta pemangkasan anggaran untuk perjalanan dinas dan kegiatan ceremonial.

“Perjalanan-perjalanan dinas ini mohon untuk dipangkas tidak untuk 50 persen tapi 70 persen kita pangkas,” tegas Rudy.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran.

Menanggapi wacana tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengakui tantangan yang dihadapi dalam menerapkan efisiensi anggaran.

“Kita juga tak boleh lupa bahwa Beliau di dalam sambutan tadi menyampaikan bahwa dalam soal efisiensi ada tiga sektor yang Beliau singgung, yaitu perjalanan dinas, ceremonial, kegiatan, dan ATK,” jelasnya.

Andi Harun menambahkan bahwa meskipun Presiden telah menekankan efisiensi sebesar 50 persen, Gubernur Kaltim menginginkan provinsi mencapai efisiensi 70 persen.

“Ini tidak main-main, angkanya cukup mencengangkan. Tapi kalau ini bisa dilaksanakan, sungguh sangat positif sekali,” ungkapnya.

Namun, Andi juga mengingatkan bahwa efisiensi yang tinggi harus diperhitungkan dengan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita punya dua tugas yang tidak ringan, satu mengendalikan inflasi dan satu melakukan sesuatu dalam pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia menekankan bahwa mengungkit pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Jujur, kalau kami di kabupaten kota, bukan tidak mau 70 persen. Tapi kami hitung, kalau kami di kabupaten kota, tidak tahu kalau di provinsi,” jelasnya.

Andi Harun menegaskan bahwa penghematan anggaran yang ekstrem dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Kami bisa membayangkan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Karena akhirnya jumlah uang yang beredar di masyarakat itu menjadi berkurang dan bisa mempertinggi silva,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Samarinda akan mengikuti instruksi Presiden untuk melakukan penghematan di tiga sektor, terutama perjalanan dinas, dengan target efisiensi sebesar 50 persen.

“Kita mengikuti murni inpres 1 tahun 2025 melakukan penghematan di tiga sektor tadi,” tutupnya.(ADV-DISKOMINFO/SMD/MYG)

Loading

By redaksi