SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com — Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menegaskan urgensi Raperda Pengelolaan Pemakaman Umum di wilayah Samarinda sebagai solusi untuk membantu warga kurang mampu. Hal ini disampaikannya di Kantor DPRD Samarinda beberapa hari lalu. 

Ia menyoroti kondisi lahan pemakaman umum gratis yang sudah penuh, membuat masyarakat mau tidak mau beralih ke lahan pemakaman komersial dengan biaya tinggi.“Jadi gini sebenarnya justru dengan adanya perda pemakaman ini tujuan kita sebenarnya untuk membantu masyarakat.”

“Karena ini pemakaman-pemakaman umum yang gratis dan murah itu kan sudah penuh. Sehingga masyarakat ini terpaksa terpaksa menggunakan pemakaman yang komersil. Nah ya kan komersil berbayar dan harganya lumayan,”papar Samri. 

Samri mengakui bahwa pemakaman komersial mematok harga sekitar Rp4 juta-Rp5 juta per petaknya. Harga tersebut melebihi UMR Kota Samarinda, yaitu Rp3,7 juta. Artinya harga ini memberatkan bagi warga yang tidak mampu. 

“Kan kasian sudah jatuh ketimpa tangga. Maksudnya dia sudah berduka tapi dibebani lainnya biaya pemakaman,”ujarnya.

Samri menilai selama ini bantuan dari rukun kematian di masyarakat belum mencukupi untuk menutupi biaya pemakaman di lahan komersial, yang angkanya bisa mencapai jutaan rupiah.

“Sementara memang ada rukun kematian, tapi rukun kematian kan tidak sampai segitu. Yang saya tahu rukun kematian itu paling mengkaper 5 sampai 1 juta untuk biaya pemakaman, itu biaya mengganti. Nah kalau sampai 5 juta siapa yang nanggung?” tegasnya.

Menurutnya, rancangan perda ini akan memastikan warga tetap punya pilihan antara pemakaman gratis yang difasilitasi pemerintah dan pemakaman komersial. Dengan demikian, keluarga yang berduka tidak terbebani biaya berlebihan di tengah kesulitan.

Samri juga menegaskan pihaknya tidak akan mematikan usaha pemakaman komersial, tetapi mendorong agar ke depan usaha tersebut memiliki kontribusi untuk daerah.

“Kalau kita sudah siapkan yang gratis tapi dia masih menggunakan yang berbayar. Bukan berarti kita kemudian menutup pemakaman yang komersil. Ini tetap berjalan. Mereka juga usaha di situ,”tutupnya.(ADV/DPRD SAMARINDA) 

Loading

By redaksi