SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyerukan kepada seluruh generasi muda di wilayahnya untuk mengambil peran sentral sebagai motor penggerak transformasi bangsa. Seruan yang penuh penekanan ini disampaikan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Alun-alun ITho, Sendawar, pada Selasa (28/10).
Dalam pidato utamanya, Bupati Edwin menegaskan bahwa esensi dari ikrar bersejarah Sumpah Pemuda 1928 harus diinternalisasi dan diaktualisasikan ke dalam konteks era modern yang serba cepat. Ia menekankan bahwa kaum muda Indonesia memiliki mandat untuk secara aktif “bergerak, berkarya, dan berinovasi” guna memastikan terwujudnya masa depan bangsa yang lebih progresif.
“Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan. Pemuda dan pemudi wajib menjadi subjek atau pelaku perubahan, bukan hanya menjadi penonton pasif dalam dinamika kemajuan,” tegas Edwin, menggarisbawahi urgensi aksi nyata.
Frederick Edwin juga secara khusus mengingatkan bahwa kekayaan bangsa ini terletak pada kebhinekaan. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan aset tak ternilai yang harus dijaga keutuhannya. Ia mendorong agar potensi intelektual, kreativitas, serta penguasaan teknologi yang dimiliki generasi muda dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan kolektif dan menjaga kohesi sosial di tengah kompleksitas tantangan global.
Menyoroti penggunaan media digital, Bupati Edwin meminta agar kecanggihan teknologi diarahkan sepenuhnya untuk tujuan yang konstruktif. “Gunakan platform media sosial untuk menyebarkan inspirasi dan pesan-pesan positif, bukan sebaliknya, untuk memicu kebencian atau polarisasi. Jadilah pemuda dan pemudi yang membawa semangat persatuan sejati di manapun Anda berada,” pintanya dengan kuat.
Upacara reflektif ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta perwakilan pelajar, mahasiswa, dan elemen masyarakat Kutai Barat. Bupati menutup sambutannya dengan menekankan bahwa masa depan negara ini bersandar penuh pada kerja keras dan aksi nyata generasi penerus, menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar untuk dikenang dalam lipatan sejarah, tetapi wajib diimplementasikan dalam karya. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
