SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Kemeriahan perayaan Dahau Kutai Barat 2025 mencapai puncaknya dengan digelarnya kompetisi Belogo, sebuah Olahraga Tradisional (Oltrad) yang kaya nilai historis. Taman Budaya Sendawar, pada Jumat (24/10/2025), dipenuhi semangat persaingan dan kebersamaan, menarik perhatian berbagai kalangan—mulai dari generasi muda, warga lokal, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berpartisipasi aktif dalam ajang pelestarian budaya ini.

Ajang tahunan ini membuktikan daya tarik lintas batas budaya dan geografis. Sebanyak 113 tim tercatat berpartisipasi, termasuk delegasi dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang turut memanaskan persaingan di jantung Kutai Barat. Kompetisi terbagi menjadi 70 kelompok putra dan 43 kelompok putri. Sorakan antusiasme publik mengiringi setiap manuver strategis yang diperagakan kategori putra dan aksi lincah yang dipertontonkan oleh para atlet putri.

Pertarungan sengit memperebutkan supremasi Belogo menghasilkan juara baru di setiap kategori. Di sektor putra, tim tamu berhasil mendominasi podium. Muara Wis 7 dari Kukar mengunci posisi teratas, diikuti oleh rekan sekabupaten mereka, Muara Wis 6, di posisi kedua. Sementara itu, tim Mentuah dari Ngenyan Asa berhasil mempertahankan kehormatan Kutai Barat dengan merebut juara ketiga.

Di kategori putri, Margo Singo Keay dari Damai, Kutai Barat, tampil memukau dan berhasil menyabet Gelar Juara I. Posisi *runner-up* dan Juara III direbut oleh perwakilan instansi pemerintah daerah, yakni BKPSDM Kutai Barat dan DPMPTSP Kutai Barat, sebuah indikasi partisipasi aktif aparatur sipil dalam melestarikan tradisi.

Bagi panitia penyelenggara, Belogo jauh melampaui sekadar kontes olahraga. Ketua Panitia, FX Sumardi, menegaskan bahwa acara ini adalah garda terdepan pelestarian warisan leluhur. “Olahraga ini secara fundamental mengajarkan ketangkasan, memupuk kerja sama tim, dan memperkuat semangat kebersamaan. Kami memiliki harapan besar agar generasi muda secara aktif terus mewarisi tradisi berharga ini,” tutur Sumardi.

Dukungan penuh pemerintah daerah terhadap acara ini tampak jelas dengan kehadiran Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Alkatib, serta Benediktus dari Dinas Pendidikan. Kehadiran pejabat tersebut menegaskan komitmen Pemkab terhadap keberlanjutan Olahraga Tradisional. Secara keseluruhan, Belogo berhasil berfungsi ganda: sebagai ajang kompetitif sekaligus wadah bagi warga untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi, dan memantapkan identitas budaya Kutai Barat menjelang puncak acara Dahau 2025. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)

Loading

By redaksi