SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengambil langkah tegas untuk memperkuat infrastruktur dasar, menjadikannya tulang punggung utama bagi pemerataan pembangunan wilayah. Dalam agenda pembangunan tahun ini, Pemkab Kubar memfokuskan sumber daya untuk menuntaskan 374 kilometer segmen jalan antar desa yang kondisinya belum memadai, sekaligus melanjutkan pengerjaan proyek strategis jangka panjang, yaitu Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ).

Bupati Kubar, Frederick Edwin, mengonfirmasi bahwa eksekusi pembangunan jalan dan jembatan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Edwin menegaskan bahwa peningkatan konektivitas antar kampung adalah kunci strategis. “Infrastruktur jalan adalah lebih dari sekadar mempermudah mobilitas. Ini adalah saluran vital untuk membuka peluang ekonomi baru dan memastikan akses yang setara terhadap layanan publik,” jelas Edwin.

Proyeksi Anggaran Tahun 2025 mencerminkan program rekonstruksi yang ambisius. Rencana tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi jalan poros utama sepanjang 70 kilometer, pemasangan empat unit jembatan permanen baru, serta pengerasan jalan lingkungan (semenisasi) sepanjang 39 kilometer. Di samping itu, Pemkab juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan sejauh 62,5 kilometer dan pembangunan sistem drainase mendesak sepanjang hampir lima kilometer di kawasan padat penduduk.

Edwin menyoroti Jembatan ATJ sebagai prioritas yang tidak dapat diganggu gugat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Ia menyebut jembatan tersebut akan menjadi koridor penghubung strategis menuju Kutai Kartanegara, Ibu Kota Provinsi, bahkan hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN). “Dengan beroperasinya jembatan ini, rantai logistik distribusi barang dan hasil pertanian akan dipangkas secara signifikan. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat masif,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait perbaikan jalan nasional sepanjang 301 kilometer yang melintasi wilayah Kubar. Edwin mendesak penanganan cepat untuk beberapa titik yang mengalami kerusakan parah, terutama di wilayah perkotaan Sendawar. “Kami mendorong agar penanganan ini dapat dipercepat sehingga aktivitas esensial masyarakat tidak terhambat oleh kondisi jalan yang buruk,” pungkasnya. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)

Loading

By redaksi