SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sedang menancapkan ambisi besar untuk mengukuhkan diri sebagai poros pariwisata unggulan di Kalimantan Timur. Melalui strategi komprehensif, Pemkab Kubar memandang sektor wisata alam dan budaya sebagai mesin penggerak vital bagi perekonomian lokal dan sumber pendapatan masyarakat.
Rencana induk pengembangan yang difokuskan pada tahun 2025 akan menyasar pembenahan besar-besaran terhadap infrastruktur di sejumlah lokasi kunci. Beberapa destinasi unggulan yang akan menerima suntikan dana untuk sarana dan prasarana meliputi Danau Jempang, Danau Kelumpang, Danau Aco, kawasan alam Kersik Kerbangan, dan air terjun Jantur Inar.
Komitmen ini secara langsung ditegaskan oleh Bupati Kubar, Frederick Edwin. Ia menyatakan bahwa pariwisata akan menjadi sektor yang digarap secara serius dan berkelanjutan selama lima tahun mendatang.
“Visi kami jelas: mengkonversi Kubar menjadi destinasi terkemuka di Kalimantan Timur, dengan fondasi yang kuat pada warisan budaya dan keindahan alam kami,” ujar Bupati Edwin.
Strategi pengembangan pariwisata Kubar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemkab juga secara paralel berupaya menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang sinergis. Upaya ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap festival-festival tradisional, peningkatan kapasitas bagi para pelaku industri pariwisata melalui program pelatihan intensif, serta penguatan promosi menggunakan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Bupati Edwin menekankan bahwa acara-acara adat, seperti Festival Dahau dan perayaan tradisional lainnya, memainkan peran ganda: sebagai atraksi magnetis bagi pengunjung sekaligus pilar penting dalam menjaga identitas lokal.
“Festival budaya bukan sekadar tontonan hiburan. Ini adalah manifestasi nyata dari jati diri daerah yang wajib kita lestarikan dan maksimalkan potensinya sebagai daya tarik utama wisata,” tutupnya.
(AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
