SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menyatakan komitmen teguh untuk mempertahankan laju pembangunan strategis daerah, meskipun dihadapkan pada tantangan fiskal yang signifikan. Pada tahun anggaran 2026, Kubar memproyeksikan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat akan anjlok tajam sebesar 26 persen, menyusut dari angka Rp2,95 triliun menjadi sekitar Rp2,18 triliun.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan bahwa penurunan transfer dana pusat yang masif ini tidak boleh mengendurkan semangat pelaksanaan program pembangunan. Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kubar, Selasa (4/11/2025), yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kubar, Edwin menyerukan perlunya efisiensi ekstrem dan inovasi dalam belanja daerah.
“Kita dituntut untuk semakin inovatif dan efisien dalam menghadapi kondisi fiskal yang menantang ini. Setiap rupiah harus diarahkan tepat sasaran demi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara kolektif,” ujar Edwin, menekankan perlunya pengelolaan keuangan yang disiplin dan bertanggung jawab.
**Fokus pada Konektivitas dan Layanan Dasar**
Untuk menjamin keberlanjutan proyek, Pemkab telah merancang serangkaian program *multiyears* yang akan dieksekusi antara 2026 hingga 2028. Program ini berpusat pada perkuatan konektivitas infrastruktur dan modernisasi layanan publik esensial.
Sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas utama meliputi pembangunan Jembatan Sungai Nyuatan di Kampung Sembuan, serta Jembatan Sungai Encalitn di Muara Asa, yang vital untuk memperlancar mobilitas ekonomi antarwilayah. Selain itu, pemerintah juga berencana melanjutkan modernisasi Pelabuhan Sendawar dan menyelesaikan Prasarana Politeknik Sendawar, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
Infrastruktur pendukung lainnya juga masuk dalam rencana, termasuk pembangunan proyek ikonik Menara Katulistiwa di Long Iram, peningkatan fasilitas olahraga seperti kolam renang dan sarana pendukung di GOR Desnan, hingga normalisasi sistem drainase yang mendesak di kawasan perkotaan Sendawar. Edwin menjelaskan, proyek-proyek fisik ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan roda ekonomi daerah dan mendorong kualitas layanan publik.
**Perluasan Jaminan Kesehatan**
Tidak hanya sektor fisik, pemerintah daerah juga memfokuskan sumber daya untuk pengembangan layanan kesehatan. Upaya perluasan ini mencakup renovasi dan peningkatan kapasitas Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar serta pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang baru, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.
Mengakui adanya pengurangan dana transfer pusat, Bupati Frederick Edwin menyatakan bahwa semangat membangun Kubar harus tetap menyala. Strategi penyeimbangan anggaran akan ditempuh melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), perluasan jejaring kerja sama, dan peningkatan partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait.
Menutup pidatonya, Bupati mengajak seluruh aparatur daerah dan warga untuk menjaga sinergi, menekankan bahwa semangat *sempekat* (kebersamaan dan harmoni) adalah kunci. “Tidak ada kemajuan yang dapat dicapai tanpa kebersamaan. Dengan harmoni dan semangat *sempekat*, kita akan mewujudkan Kubar yang semakin kompetitif dan maju di masa depan,” pungkasnya. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
