SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan tiga kawasan baru sebagai lokasi pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen. Ketiga titik tersebut berada di Bukit Biru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Sekambing di Kota Bontang.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat terus dipercepat sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Seluruh proses persiapan lahan dan administrasi kini menjadi fokus agar pembangunan tidak mengalami hambatan.
“Hasil penilaian menunjukkan ada tiga lokasi tambahan yang siap dikembangkan secara permanen dalam rentang 2026 hingga 2027,” ujar Andi.
Saat ini, Kalimantan Timur telah memiliki tiga Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di Kota Samarinda dan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2025/2026. Selain pengembangan di Samarinda, pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga tengah berjalan di Jalan Stadion Palaran, Kecamatan Palaran.
Andi menjelaskan, proyek di Palaran telah memasuki tahap kedua berupa proses kontraktual, setelah pelaksanaan peletakan batu pertama yang dilakukan serentak secara nasional. Untuk tahap lanjutan, tim dari Satuan Kerja Sarana Strategis Kementerian PUPR telah meninjau langsung lokasi di Kukar, PPU, dan Bontang.
“Ketiga lokasi dinyatakan memenuhi persyaratan awal dan kami terus berkoordinasi agar masuk dalam tahap pembangunan berikutnya,” katanya.
Mengingat luas lahan masing-masing titik melebihi lima hektare, pemerintah daerah tengah menyelesaikan berbagai dokumen pendukung, seperti sertifikat lahan, pernyataan bebas sengketa, hingga dokumen AMDAL dan AMDAL lalu lintas. Penyusunan administrasi tersebut dilakukan bersamaan dengan pembuatan Detailed Engineering Design oleh Kementerian PU.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Menurut Andi, program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang layak.(MYG)
![]()
