Samarinda, Cakrawalakaltim.com – Pengakuan bergengsi di tingkat nasional ini diberikan atas komitmen kuat Pemerintah Kota Samarinda dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pemajuan dan pelestarian kebudayaan daerah.
Andi Harun bersaing dengan dua kepala daerah lainnya dari kategori Wali Kota, yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskan. Pencapaian ini menempatkan Samarinda sebagai salah satu kota dengan dedikasi tertinggi terhadap pengembangan ekosistem budaya lokal di Indonesia.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat adalah agenda tahunan yang bertujuan memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang konsisten menghadirkan kebijakan, program, serta ekosistem pendukung bagi tumbuh dan berkembangnya kebudayaan lokal.
Menurut Dewan Juri independen yang terdiri dari unsur pers, akademisi, dan pegiat budaya, penilaian tidak didasarkan pada acara seremonial semata. Ketua Dewan Juri PWI Pusat 2026 menegaskan bahwa fokus utama adalah keberpihakan kebijakan, kesinambungan program, serta dampak nyata terhadap komunitas dan pelaku budaya di daerah.
Penilaian juga mempertimbangkan kemampuan kepala daerah dalam menjadikan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah. Sebelumnya, PWI Pusat telah menyeleksi sepuluh kepala daerah terbaik nasional sebagai finalis, termasuk tujuh bupati dan tiga wali kota.
Masuknya Wali Kota Samarinda ke dalam tiga besar tidak terlepas dari berbagai program strategis yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Kebijakan ini mencakup:
1. **Penguatan Ruang Ekspresi:** Menyediakan dan mendukung ruang publik untuk seni dan budaya.
2. **Dukungan Komunitas:** Memberikan fasilitasi dan dukungan berkelanjutan terhadap komunitas kreatif dan pelaku budaya lokal.
3. **Identitas Kota Inklusif:** Upaya menjadikan kebudayaan sebagai identitas kota yang adaptif dan inklusif.
Pendekatan Pemkot Samarinda yang konsisten mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, seniman, budayawan, dan media massa, dinilai sejalan dengan tema Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026: “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”.
Para finalis selanjutnya akan mengikuti tahapan presentasi dan pendalaman program yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 8–9 Januari 2026. Dalam sesi ini, Andi Harun akan memaparkan secara langsung inovasi dan praktik baik dalam pemajuan kebudayaan di Samarinda.
Puncak penganugerahan akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026. Pada acara tersebut, PWI Pusat akan mengumumkan penerima penghargaan utama dari masing-masing kategori.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh elemen di Kota Samarinda untuk terus memperkuat peran kebudayaan sebagai fondasi pembangunan manusia, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.
![]()
