SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Aktivitas jual beli kembali mewarnai kawasan GOR Segiri selama Ramadan 2026. Wisata Belanja Ramadan yang digelar di lokasi tersebut kembali menjadi magnet bagi masyarakat yang mencari hidangan berbuka sekaligus bersilaturahmi.

Pasar Ramadan GOR Segiri telah lama dikenal sebagai ikon Ramadan di Samarinda. Tradisi ini dinilai tak terpisahkan dari perjalanan kota setiap memasuki bulan suci.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa keberadaan pasar ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari cerita panjang masyarakat Samarinda.

“Tidak berlebihan kalau saya katakan, Ramadan di Samarinda tanpa Pasar Ramadan di GOR Segiri itu rasanya tidak lengkap. Ini sudah menjadi cerita yang tidak bisa lagi dihapus, di-delay, apalagi dikaburkan,” ujarnya.

Ia menyebut peningkatan fasilitas kawasan setelah proyek revitalisasi 2025 memberikan kenyamanan lebih bagi pedagang maupun pengunjung.

“Pasar Ramadan tahun ini dibuka setelah kegiatan fisik di lingkungan GOR Segiri selesai. Sekarang areanya lebih nyaman, variasinya lebih banyak, dan yang paling utama, ini menjadi sarana silaturahmi kita di bulan yang penuh barokah,” tambahnya.

Suasana kebersamaan menjadi sorotan dalam gelaran tersebut. Bahkan, Andi Harun menginginkan kegiatan berlangsung tanpa kesan berjarak antara pemerintah dan masyarakat.

“Acaranya tidak usah terlalu formal, yang penting kita bisa bersilaturahmi,” katanya.

Di sisi lain, pasar ini juga diarahkan sebagai ruang pembelajaran digitalisasi ekonomi. Pemerintah Kota menggandeng Bank Indonesia, Himbara, dan Bankaltimtara untuk memperluas penggunaan QRIS dalam transaksi.

“Kita jadikan momentum ini sebagai sarana edukasi implementasi digital payment. Agar warga Samarinda tidak gugup menghadapi transformasi global yang begitu cepat. Kita ingin masyarakat masuk ke dalam sistem itu dengan cerdas,” tegasnya.

Pemerintah optimistis, meskipun budaya transaksi tunai masih kuat, perlahan masyarakat akan terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital sebagaimana yang telah diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan dan kafe di Samarinda.(MYG)

Loading

By redaksi