SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Komisi III DPRD Kota Samarinda menyoroti kesiapan sistem proteksi kebakaran serta pengelolaan limbah di Samarinda Central Plaza (SCP) yang saat ini tengah menjalani renovasi menyeluruh. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pembenahan yang dilakukan pengelola benar-benar memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan renovasi yang dilakukan tidak hanya menyasar tampilan bangunan, tetapi juga mencakup pembaruan sejumlah fasilitas penting, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sistem proteksi kebakaran.

“Renovasi menyeluruh, termasuk juga fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan proteksi kebakarannya,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak manajemen, sistem proteksi kebakaran di pusat perbelanjaan tersebut saat ini masih dalam tahap pembenahan. Perbaikan difokuskan pada jaringan pipa serta sejumlah fasilitas pendukung yang berkaitan dengan sistem proteksi kebakaran.

Dari hasil peninjauan di lapangan, Deni menyebut beberapa fasilitas keselamatan yang sebelumnya sempat menjadi catatan kini telah diperbaiki. Salah satunya adalah pemasangan sprinkler di area parkir yang kini sudah tersedia secara lengkap.

“Kalau kita melihat jalur evakuasi, sprinkler yang dulu menjadi PR mereka beberapa tahun lalu saat kami datang ke sini belum ada di setiap parkiran, tapi saat ini sudah lengkap,” katanya.

Ia juga menyinggung insiden mobil terbakar di kawasan SCP pada 2024 yang menjadi salah satu alasan pentingnya pembenahan sistem keselamatan di pusat perbelanjaan tersebut.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi pengelola untuk memperkuat sistem proteksi kebakaran sesuai arahan dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Selain itu, Komisi III juga menyoroti sistem hidran yang saat ini masih menggunakan sistem cadangan atau backup. Deni menegaskan sistem tersebut harus benar-benar mampu mendukung kebutuhan operasional seluruh aktivitas di dalam mall.

“Kami pastikan backup ini betul-betul bisa mem-backup seluruh kegiatan yang ada di mall ini. Jangan sampai nanti ada kejadian mereka tidak sanggup,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD juga meninjau sistem pengelolaan limbah di kawasan SCP. Beberapa fasilitas yang diperiksa antara lain grease trap hingga instalasi pengolahan limbah seperti fill tank dan biotank yang berada di sekitar bangunan.

Deni mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi masalah pada grease trap yang menyebabkan limbah meluber akibat kerusakan pompa. Namun saat ini peralatan tersebut telah diperbaiki sehingga sistem pembuangan kembali berjalan normal.

“Di bulan Desember lalu sempat ada kejadian grease trap mereka meluber ke mana-mana karena diduga ada kerusakan pompa. Alhamdulillah sekarang pompa sudah diperbaiki dan diganti sehingga pembuangan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya juga menerima laporan masyarakat terkait munculnya bau dari salah satu tenant di dalam mall. Persoalan ini menjadi perhatian karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.

Menurut penjelasan pengelola, proses pemisahan lemak dan limbah dilakukan secara mandiri oleh masing-masing tenant, namun tetap berada di bawah pengawasan manajemen SCP.

“Kami ingin ini tidak hanya laporan di atas kertas, tapi dipastikan kegiatan berjalan dengan baik supaya masyarakat yang datang berkunjung ke SCP ini tidak merasa dirugikan karena mencium bau tadi,” katanya.

Deni menegaskan, pengelolaan limbah harus dilakukan secara serius agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga saat berada di pusat perbelanjaan tersebut.

“Kalau kita sudah datang ke mall dengan tujuan makan ataupun berkunjung, ketika mencium bau itu tentu menjadi satu hal yang tidak baik,” pungkasnya.(MYG)

Loading

By redaksi