SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Program internet gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki tahap akhir. Dari total desa yang menjadi sasaran, sebanyak 802 desa telah menikmati layanan tersebut hingga 2025. Sementara itu, 39 desa sisanya tengah dalam proses penyelesaian pada 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan percepatan terus dilakukan agar seluruh desa bisa segera terkoneksi.
“Tahun 2025 sudah terpasang 802 desa. Tahun 2026 on progress 39 desa. Target Maret kita kejar untuk selesaikan semua,” ujarnya.
, Senin (2/3/2026).
Secara wilayah, capaian tertinggi berada di Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara yang masing-masing telah 100 persen terpasang, yakni 50 desa di Mahulu dan 30 desa di PPU.
Di Berau, pemasangan telah menjangkau 99 dari 100 desa. Kutai Timur mencatat 136 dari 139 desa terpasang, sedangkan Kutai Kartanegara mencapai 188 dari 193 desa.
Sementara itu, di Paser, 131 dari 139 desa telah terkoneksi. Adapun Kutai Barat masih menyisakan pekerjaan cukup besar, dengan 167 dari 190 desa yang telah terpasang.
Faisal mengungkapkan, kendala utama terdapat di Kutai Barat. Dari 23 desa yang belum terpasang, 14 desa di antaranya belum memiliki akses listrik dari PLN, sehingga pemasangan jaringan internet memerlukan dukungan infrastruktur tambahan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar hambatan teknis tersebut bisa segera diatasi. Pemprov Kaltim menargetkan seluruh desa di Benua Etam sudah terkoneksi internet gratis paling lambat Maret mendatang, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital hingga wilayah terpencil.(MYG)
![]()
