SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di wilayah Kota Samarinda dan sekitarnya baru akan dimulai pada kurun waktu akhir Oktober hingga awal November 2026. Dengan demikian, sepanjang bulan September ini Samarinda dipastikan masih berada dalam puncak musim kemarau.

Prakirawan Cuaca BMKG, Gilang Arya, mengungkapkan bahwa tren kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang akibat Pengaruh fenomena El Niño yang terindikasi bertahan hingga akhir tahun 2026 hingga awal tahun depan.

“Musim kemarau diprediksi tidak akan berakhir lebih cepat. Prakiraan kami untuk awal musim hujan berada di sekitar akhir Oktober sampai awal November. Untuk rilis resmi mengenai prediksi detail musim hujan akan kami umumkan dalam waktu dekat,” ungkap Gilang Arya, Selasa (29/9/2026).

Terkait guyuran hujan deras yang sempat memicu genangan di sejumlah titik di Samarinda dalam dua hari terakhir, Gilang menyebut hal tersebut dipicu oleh kondisi cuaca lokal, seperti tingginya penguapan air sungai dan laut serta pergerakan angin lapisan atas.

Hujan tersebut sifatnya tidak merata dan hanya terkonsentrasi di kawasan Samarinda Kota, sementara kawasan Samarinda Utara hanya mengalami gerimis ringan.

BMKG juga menyoroti fenomena kabut asap yang masih tebal mengganggu jarak pandang (visibility) warga, terutama di kawasan perairan dan jembatan poros Mahakam.

Menurut Gilang, hujan berdurasi singkat belum mampu membersihkan polutan asap secara menyeluruh.

“Hujan dua hari belum cukup untuk menghilangkan kabut asap jika tidak terjadi secara beruntun. Kami mengingatkan warga agar tidak lengah. Selain mewaspadai cuaca ekstrem yang tiba-tiba, penggunaan masker sangat disarankan saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi diri dari paparan asap,” imbaunya.(MYG)

Loading

By redaksi