SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan kembali komitmen administrasi daerahnya untuk memastikan gelombang pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia mencapai pelosok kampung terpencil serta wilayah perbatasan. Pernyataan tegas ini disampaikan Frederick saat menghadiri puncak kemeriahan Festival Danau 2025 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat, yang dipusatkan di Taman Budaya Sendawar pada Rabu, 5 November 2025.
Di hadapan ribuan warga yang memadati area perayaan, Frederick secara lugas menyatakan bahwa tidak boleh ada satu pun komunitas yang terisolasi atau tertinggal dari arus kemajuan daerah. Prioritas utama pemerintah saat ini, ujarnya, adalah percepatan pemerataan aksesibilitas—mencakup penyediaan jaringan jalan yang memadai, pasokan listrik yang stabil, air bersih, dan penguatan jaringan telekomunikasi di seluruh penjuru kabupaten.
Frederick menjelaskan, arah kebijakan pembangunan Kutai Barat tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Visi ke depan adalah mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan modal manusia, penguatan harmoni sosial, serta pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
“Membangun Kutai Barat bukan hanya soal mendirikan jalan dan jembatan. Lebih mendasar lagi, ini adalah upaya menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan masyarakat agar mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri dan berdikari di tanahnya sendiri,” tegasnya.
Bupati menggarisbawahi bahwa pembangunan yang berkeadilan harus menyentuh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, terutama mereka yang berada di lokasi yang sulit dijangkau. Pemerintah daerah, kata dia, terus mengintensifkan kolaborasi lintas sektor untuk menjamin bahwa setiap program yang diluncurkan relevan dan mampu menjawab kebutuhan nyata warga. Pemerintah bertekad memastikan bahwa setiap individu di Kutai Barat menuai manfaat nyata dari lonjakan pembangunan ini.
Menutup sambutannya, Frederick menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat sebagai kunci untuk mengakselerasi pemerataan. Dengan nada optimis, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara semangat *Sempekat*, yaitu roh kebersamaan yang telah menjadi identitas fundamental daerah.
“Apabila kita bersatu hati, tidak ada yang mustahil untuk dicapai. Kampung di wilayah hulu maupun yang berada di pesisir, semuanya akan maju dan berkembang bersama,” pungkas Frederick, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)
![]()
