SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Di tengah kemeriahan puncak Festival Danau 2025 di Taman Budaya Sendawar, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, memanfaatkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 kabupaten tersebut untuk menegaskan komitmen fundamental pemerintahannya: **revitalisasi total birokrasi demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan secara mutlak berorientasi pada masyarakat.**

Dalam pidato kuncinya pada Rabu (5/11/2025), Edwin menekankan bahwa peran esensial aparatur negara harus mengalami pergeseran radikal. “Kami bertekad menyajikan layanan publik yang efisien, mudah diakses, dan memihak kepentingan rakyat. Aparatur negara wajib bertindak sebagai pelayan masyarakat, bukan pihak yang menuntut untuk dilayani,” tegasnya, menantang norma-norma birokrasi yang kaku.

Edwin menguraikan bahwa reformasi yang diusungnya melampaui sekadar perombakan administrasi prosedural. Ini adalah sebuah transformasi mentalitas. Ia menyerukan agar seluruh jajaran aparatur bekerja dengan integritas tinggi dan dedikasi. “Hanya dengan jajaran yang jujur dan berdedikasi penuh, kita bisa menjamin setiap kebijakan yang dirumuskan memberikan dampak nyata dan terukur bagi kesejahteraan warga,” imbuhnya.

Untuk mencapai visi pemerintahan yang transparan dan akuntabel ini, Pemerintah Daerah Kutai Barat saat ini mengintensifkan upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan berkelanjutan, memperkuat sistem pengawasan internal, serta mengakselerasi digitalisasi seluruh lini layanan publik. Langkah-langkah strategis ini, ujarnya, bertujuan tunggal: merekonstruksi kepercayaan publik terhadap birokrasi.

Sebagai landasan filosofis operasional pemerintahan, Edwin juga menggaungkan kembali semangat lokal *Sempekat*—sebuah etos yang berarti kebersamaan dan gotong royong. “Kami mendambakan semangat *Sempekat* tidak hanya bersemayam di tengah-tengah masyarakat, namun juga termanifestasi sebagai jiwa yang menggerakkan setiap sektor dan tingkatan dalam pemerintahan daerah,” pungkas Bupati.

Sambutan tegas yang disampaikan Bupati disambut dengan sambutan hangat dari audiens yang memadati area Taman Budaya. Pesan sentral ini berfungsi sebagai pengingat krusial: kemajuan Kabupaten Kutai Barat tidak semata-mata diukur melalui pembangunan infrastruktur fisik, melainkan dari kedalaman komitmen dan kapasitas pemerintah dalam melayani rakyat dengan kejujuran, ketulusan, dan integritas yang tak tergoyahkan. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)

Loading

By redaksi