SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Perayaan hari ulang tahun ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui gelaran Festival Dahau 2025 terbukti tidak hanya menyajikan kemeriahan budaya, namun juga berfungsi sebagai katalisator ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Selama 16 hari penuh, mulai dari 23 Oktober hingga 5 November, acara akbar ini berhasil menyuntikkan dana segar miliaran rupiah ke dalam perputaran ekonomi lokal.

FX Sumardi, Ketua Panitia Festival Dahau 2025, mengonfirmasi bahwa aktivitas perdagangan selama acara berlangsung telah menghasilkan perputaran uang sementara senilai sekitar Rp6,6 miliar. Angka fantastis ini merupakan hasil rekapitulasi yang dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop UKM) Kubar. Data tersebut tercatat hingga 3 November dan belum mencakup seluruh transaksi yang terjadi pada dua hari penutupan festival.

Sumardi memproyeksikan bahwa setelah seluruh data dari tanggal 4 dan 5 November dihitung penuh, total akumulasi dana yang beredar diperkirakan mampu menembus angka Rp8 miliar. Ia menekankan bahwa lonjakan transaksi ini adalah indikator nyata tingginya partisipasi dan daya beli masyarakat. “Angka ini menunjukkan tingginya gairah ekonomi masyarakat selama festival berlangsung, memberikan manfaat langsung mulai dari pedagang makanan, pengrajin, hingga seluruh pelaku UMKM yang ikut merasakan dampaknya,” jelasnya kepada awak media pada Kamis (6/11).

Menurutnya, besarnya volume transaksi menegaskan bahwa acara berbasis budaya memiliki potensi luar biasa dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Festival Dahau dirancang bukan sekadar sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai platform strategis bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan. “Banyak pedagang dan pengrajin yang melaporkan bahwa penjualan mereka sangat laris setiap hari, membuktikan keberhasilan misi ekonomi acara ini,” imbuhnya.

Untuk menyukseskan gelaran ini, panitia melibatkan kolaborasi erat antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sektor swasta (perusahaan dan perbankan), Tim Penggerak PKK, hingga perwakilan dari 16 kecamatan di seluruh Kubar. Rangkaian acara yang ditawarkan sangat beragam, meliputi pameran pembangunan dan produk UMKM, kompetisi kuliner, demonstrasi olahraga tradisional, parade budaya yang memukau, serta layanan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan bersama Dinas Kesehatan setempat.

Meskipun Festival Dahau 2025 juga mencatat prestasi budaya dengan memecahkan dua Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia)—yakni kategori peserta pria terbanyak mengenakan *kesapuq* dan peserta wanita terbanyak mengenakan *tudung* di Taman Budaya Sendawar—Sumardi menilai dampak finansial langsung kepada rakyat adalah tolok ukur keberhasilan yang paling krusial. “Hal ini membuktikan bahwa kegiatan seperti Festival Dahau memiliki daya hasil dan daya guna yang konkret, berfungsi sebagai penggerak nyata kemakmuran perekonomian rakyat,” pungkasnya.

(AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)

Loading

By redaksi