SENDAWAR, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kini tengah mengoptimalkan implementasi Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk anggaran tahun 2025. Inisiatif strategis ini secara tegas diarahkan untuk memperkuat tulang punggung infrastruktur dasar sambil membuka koridor akses ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

Camat Nyuatan, Tomi Taruna, menjelaskan bahwa mayoritas alokasi dana PKTD di daerahnya difokuskan secara strategis pada pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, mencakup jalan lingkungan desa serta jalan usaha tani. Ia menegaskan, fokus kegiatan fisik saat ini lebih minim dialokasikan untuk pembangunan gedung baru atau sarana fisik masif lainnya.

“Kami tidak terlalu banyak membangun gedung. Penekanannya adalah pada semenisasi jalan, baik yang merupakan jalur utama di dalam perkampungan maupun yang menghubungkan ke lahan-lahan pertanian warga,” terang Tomi saat dikonfirmasi pada Senin (27/10/2025).

Dari total sepuluh kampung yang berada di bawah administrasi Kecamatan Nyuatan, terdapat disparitas dalam penyerapan anggaran. Tujuh kampung dilaporkan telah mengajukan pencairan Dana Desa tahap kedua, sementara tiga sisanya masih dalam proses merampungkan tahapan pertama. Tomi menyoroti bahwa dinamika kemajuan proyek sangat ditentukan oleh kesiapan administrasi perangkat desa serta kecepatan eksekusi fisik di lapangan.

“Sebagian besar proyek sudah berjalan lancar, namun sebagian lainnya masih berproses, ini memang tergantung sepenuhnya pada kesiapan dokumen administrasi mereka,” kata dia menambahkan.

Di sisi lain, Tomi tidak menampik adanya hambatan krusial yang sering muncul di lapangan, terutama terkait pasokan material konstruksi. Ketersediaan bahan baku seperti pasir dan semen di wilayah Nyuatan masih belum memadai, sehingga pihak pelaksana proyek terpaksa mendatangkan sebagian besar pasokan dari wilayah Barong Tongkok.

“Di wilayah kami, bahan-bahan tersebut hanya tersedia dalam volume kecil. Oleh sebab itu, kami masih bergantung pada pengiriman dari Barong untuk memenuhi kebutuhan proyek,” jelasnya.

Meskipun menghadapi tantangan logistik, pihak kecamatan, bekerja sama intensif dengan pemerintah kampung dan pendamping desa, berkomitmen memastikan seluruh kegiatan PKTD dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku. Koordinasi yang ketat dilakukan demi menjamin bahwa program ini menghasilkan manfaat ganda—yaitu penguatan aksesibilitas infrastruktur dan stimulasi ekonomi yang signifikan bagi kehidupan warga desa. (AD/ADV-DISKOMINFOKUBAR)

Loading

By redaksi