SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com — Memasuki usia ke-52, Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda terus memperkuat kualitas dan cakupan layanan air bersih di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, sekaligus menegaskan komitmen untuk mengejar target pelayanan 100 persen bagi masyarakat pada tahun 2029.

Komitmen tersebut mengemuka dalam momentum Halal Bihalal dan Tasyakuran HUT ke-52 Perumda Tirta Kencana yang digelar, Senin (30/3/2026), di Lapangan Tenis Komplek Perumda Tirta Kencana. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, Asisten II Setda Samarinda Marnabas Patiroy selaku Ketua Dewan Pengawas, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin, jajaran direksi, serta tenaga ahli Perumda.

Direktur Utama Perumda Tirta Kencana, Noor Wahid Hasyim, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif, khususnya dalam peningkatan cakupan layanan dan kontinuitas distribusi air.

“Cakupan pelayanan saat ini telah mencapai sekitar 84 persen dan kami optimistis dapat meningkat hingga 100 persen pada tahun 2029,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang pelayanannya belum optimal. Hal ini menjadi perhatian utama Perumda seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Samarinda.

Dari sisi kontribusi daerah, Perumda Tirta Kencana tetap berperan dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, peningkatan biaya operasional—terutama dalam pengolahan air, pemeliharaan jaringan, serta perbaikan infrastruktur—memberikan dampak terhadap pendapatan dalam jangka pendek.

Di sisi lain, upaya penertiban pelanggan dan peremajaan jaringan juga turut memengaruhi penerimaan, seiring dengan langkah penanganan kehilangan air (non-revenue water) yang masih berlangsung.

“Langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Noor Wahid mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi, antara lain keterbatasan kapasitas produksi air bersih dibandingkan dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat, kondisi jaringan perpipaan yang sebagian telah berumur, serta tingkat kehilangan air yang masih perlu ditekan.

Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi sumber air baku yang dipengaruhi musim dan lingkungan juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas pelayanan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Perumda Tirta Kencana terus merencanakan pengembangan instalasi pengolahan air (IPA) baru serta optimalisasi fasilitas yang sudah ada guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan.

Terkait pelayanan air bersih di wilayah yang saat ini masih dilayani pihak lain, Perumda juga telah melakukan berbagai upaya koordinasi. Namun hingga kini, proses tindak lanjut belum dapat dilanjutkan oleh pihak terkait.

Meski demikian, Perumda tetap mempersiapkan dukungan infrastruktur, termasuk melalui rencana pengembangan jaringan perpipaan dan sambungan langganan (SL) dengan dukungan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turut memberikan tausiyah yang sarat makna, mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai refleksi diri dan kembali kepada fitrah.

“Halal bihalal itu memiliki makna mengurai yang kusut, mengendapkan yang keruh, serta menghalalkan kembali hubungan di antara kita,” ujarnya.

Kegiatan juga dirangkai dengan pemberian penghargaan Satya Bhakti kepada pegawai dengan masa pengabdian 20 dan 30 tahun, serta penyerahan simbolis hasil Bulan Bhakti Palang Merah.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Direktur Utama memberikan apresiasi kepada pegawai yang berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan, sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.(zz)

Loading

By redaksi