SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Arah baru geliat ekonomi Kota Tepian mulai terlihat dari langkah berani dunia usaha yang tak lagi sekadar bertahan di sektor lama, tetapi melompat ke industri strategis bernilai tinggi. Salah satunya ditunjukkan oleh ekspansi PT Kartika Samudra Adijaya (KSA) yang resmi memulai pembangunan hotel berstandar internasional di jantung kota, Senin (20/4/2026).

Proyek hotel bintang empat yang akan dikelola jaringan global Marriott International ini menjadi penanda transformasi bisnis KSA—dari perusahaan pelayaran menuju pengembangan properti modern yang terintegrasi dengan kebutuhan kota masa depan.

Berlokasi di Jalan KH Samanhudi, pembangunan hotel setinggi 19 lantai tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik baru, tetapi juga membawa ambisi besar: menjadikan Samarinda sebagai simpul penting aktivitas bisnis dan pertemuan di Kalimantan Timur.

Dengan kapasitas 252 kamar dan fasilitas penunjang seperti ballroom berdaya tampung hingga 1.000 orang, ruang pertemuan, pusat kebugaran, hingga area rekreasi keluarga, proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang terus meningkat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai langkah ini sebagai buah dari upaya panjang pemerintah kota dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif.

“Ketika pelaku usaha berani masuk ke sektor baru dengan investasi besar, itu artinya mereka melihat masa depan yang jelas di kota ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran proyek ini tidak terlepas dari peran aktif Pemkot dalam memastikan kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta stabilitas daerah yang menjadi faktor utama kepercayaan investor.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan ini tidak bisa dilepaskan dari momentum besar menjelang operasional Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam peta pengembangan kawasan, Samarinda diproyeksikan memainkan peran strategis bersama Balikpapan sebagai bagian dari konsep konektivitas regional.

Transformasi tersebut akan mendorong lonjakan kebutuhan layanan akomodasi berkualitas internasional, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan sektor-sektor turunan seperti transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

Tak hanya berorientasi pada bisnis, proyek ini juga mengusung pendekatan berkelanjutan melalui konsep green building. Sistem pengelolaan limbah mandiri serta pemanfaatan air hujan menjadi bagian dari desain yang diharapkan mampu menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang.

Di sisi lain, pembangunan ini diproyeksikan menciptakan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja selama masa konstruksi hingga peluang ekonomi baru saat hotel mulai beroperasi pada 2028.

Pemerintah kota pun memastikan dukungan penuh terhadap iklim investasi, baik dari sisi perizinan maupun jaminan keamanan. Stabilitas daerah dinilai sebagai kunci utama agar arus investasi terus mengalir dan memberikan manfaat luas bagi warga.

Dengan penguatan peran pemerintah daerah, Samarinda kini semakin menegaskan diri sebagai kota yang siap bersaing dan menjadi magnet investasi di Kalimantan Timur.(Z/ADV/DISKOMINFOSMR)

Loading

By redaksi