SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memacu persiapan infrastruktur dasar untuk mendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PISEL) di TPA Sambutan. Proyek strategis nasional ini ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027 dengan dukungan penuh pendanaan dari pemerintah pusat melalui Danantara.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan seluruh sarana penunjang mulai dari lahan hingga aksesibilitas telah memenuhi standar teknis.
“Proyek pembangunan sepenuhnya akan didukung pusat melalui Danantara, sementara tugas daerah adalah menyiapkan lokasi, akses jalan, dan sumber air. Kami baru saja menerima kunjungan tim verifikasi gabungan kementerian untuk memastikan seluruh sarana penunjang sudah siap sesuai standar yang diminta,” ujar Suwarso pada Senin (11/5/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan oleh tim gabungan kementerian dan PLN Pusat, proyek ini memerlukan pengaturan tata ruang yang spesifik. Meskipun fasilitas inti pengolahan hanya memerlukan area seluas lima hektare, dibutuhkan lahan tambahan untuk pengelolaan residu sisa pembakaran.
Suwarso menjelaskan bahwa ketersediaan lahan di TPA Sambutan sangat memadai untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
“Awalnya kami siapkan 10 hektare, namun ternyata fasilitas inti hanya butuh lima hektare. Jadi tambahan lahan untuk pengolahan sisa pembakaran masih masuk dalam area yang sudah kami amankan. Kami juga akan memfasilitasi komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat jika ada infrastruktur proyek yang nantinya bersentuhan dengan kawasan permukiman,” jelasnya.
Tambahan dua hektare lahan nantinya akan dikhususkan untuk pengolahan fly ash dan bottom ash, yang berpotensi didaur ulang menjadi material bangunan seperti paving block.
Selain masalah lahan, stabilitas pasokan air menjadi prioritas utama Pemkot Samarinda mengingat fungsinya yang krusial dalam operasional PLTSa. Keberhasilan proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah sampah di Samarinda, tetapi juga memperkuat posisi kota sebagai pionir energi bersih di Kalimantan Timur.
Optimisme tinggi terpancar dari koordinasi yang terjalin erat antara daerah dan pusat guna memastikan Samarinda menjadi percontohan teknologi ramah lingkungan.
“Harapan kami seluruh tahapan berjalan lancar agar Samarinda benar-benar menjadi daerah prioritas dalam pengembangan energi bersih berbasis pengolahan sampah ini,” pungkas Suwarso menutup penjelasannya.(MYG)
![]()
