Samarinda, Cakrawalakaltim.com – Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun pertama kepemimpinan Rudy Mas’ud bersama Seno Aji dinilai belum dapat mencapai titik sempurna, meskipun ditopang anggaran besar serta deretan program strategis yang ambisius.
Pandangan ini disampaikan Zain Taufiq Nurrohman yang menekankan pentingnya melihat capaian pemerintah secara realistis, khususnya dalam pelaksanaan program unggulan seperti Gratispol.
Menurut Zain, ekspektasi publik terhadap keberhasilan instan di tahun pertama pemerintahan perlu disikapi secara proporsional. Ia menilai, sejumlah target yang dicanangkan pemerintah tergolong tinggi, bahkan cenderung melampaui perkiraan kemampuan awal implementasi.
Ia mencontohkan program Gratispol di sektor pendidikan yang memiliki cakupan luas dan kompleksitas tinggi. Dengan jumlah penerima yang besar serta keterlibatan banyak perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah, program ini membutuhkan kesiapan sistem yang matang.
Dalam pandangannya, wajar apabila pada fase awal pelaksanaan masih ditemukan berbagai kendala, baik dari sisi administrasi, validasi data penerima, hingga mekanisme penyaluran anggaran.
Zain menegaskan, program berskala besar memang tidak bisa langsung berjalan sempurna dalam waktu singkat. Justru, tahun pertama seharusnya menjadi fase adaptasi dan pembelajaran bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan.
Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa pemerintahan Rudy–Seno mampu melakukan perbaikan secara bertahap. Evaluasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar implementasi program semakin efektif pada tahun-tahun berikutnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program strategis tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan. Faktor lain seperti kesiapan tata kelola, akurasi data, serta respons terhadap dinamika di lapangan turut menjadi penentu utama.
Karena itu, kritik dan masukan dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses penguatan kebijakan, bukan sebagai bentuk penolakan.
Dengan besarnya anggaran dan tingginya ekspektasi publik, tahun pertama kepemimpinan ini dinilai sebagai tahap krusial untuk membangun fondasi yang kokoh. Fokus utamanya bukan pada kesempurnaan instan, melainkan pada kemampuan pemerintah dalam berbenah dan menjaga arah pembangunan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur.(ZF)
![]()
