SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Rencana penyediaan transportasi massal bagi pelajar di Samarinda mulai menemui titik terang. Komisi III DPRD Kota Samarinda mengusulkan agar armada angkutan kota (angkot) yang masih layak operasi diberdayakan menjadi angkutan penghubung (feeder) untuk mendukung layanan bus sekolah, terutama di jalur-jalur pemukiman sempit.
Usulan ini dilempar Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyusul terbitnya regulasi Dishub Samarinda per April 2026 yang mengharamkan pelajar membawa sepeda motor ke sekolah. Menurut Deni, angkot berizin aktif bisa menjadi juru selamat bagi pelajar yang sekolahnya berada di gang kecil yang tidak ramah bus besar.
“Ada beberapa ruas jalan kecil di Kota Samarinda yang tidak bisa dilalui oleh bus, tapi mungkin bisa dilalui oleh feeder. Di dalam Samarinda ini masih banyak ruas jalan kecil itu bisa menggunakan angkot, tapi yang dalam kondisi baik dan punya izin trayek aktif,” kata Deni.
Deni mengaku sudah duduk bersama dengan Dishub Samarinda agar proyek transportasi massal terintegrasi ini menjadi prioritas utama. Mengenai keterbatasan APBD kota, Deni menyodorkan proposal sistem sewa layanan atau Buy The Service (BTS) dengan pihak swasta ketimbang pemkot harus memborong bus baru.
“Kita tidak mesti membeli atau pengadaan baru, kita bisa dengan skema buy the service. Tinggal bagaimana pemerintah kota menyusun skemanya, kami di dewan siap mendukung penuh agar anak-anak kita punya fasilitas antar-jemput yang aman dan risiko kecelakaan remaja bisa ditekan,” urainya menutup keterangan.(ADV/MYG)
![]()
