SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda meminta agar penilaian terhadap kinerja usaha Perumda Varia Niaga di kawasan Tepian Mahakam tidak hanya berfokus pada persentase keuntungan semata. Kehadiran ruang usaha kreatif di kawasan tersebut dinilai memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi sektor ketenagakerjaan dan penataan ruang publik.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyatakan dukungan terhadap langkah para pelaku usaha muda yang bersedia menanamkan modal untuk menghidupkan kembali aset-aset daerah yang sebelumnya kurang produktif. Hal ini sekaligus merespons laporan Pansus LKPJ yang sempat mempersoalkan nilai kontrak bagi hasil kerja sama kemitraan di wilayah tersebut.
“Jangan bicara untung rugi dulu. Multiplier effect-nya itu banyak. Lapangan kerja terbuka, tempat menjadi bersih, dan masyarakat memiliki ruang usaha. Jangan belum apa-apa sudah diberikan penilaian negatif, nanti para pelaku usaha dan anak-anak muda kreatif takut untuk memulai usaha,” kata Iswandi, Rabu (20/5/2026).
Iswandi menambahkan, persentase bagi hasil sebesar 10 persen yang diterima BUMD Varia Niaga merupakan bagian dari pendapatan kotor, sehingga nilainya dinilai masih proporsional mengingat pihak swasta menanggung seluruh risiko investasi dan operasional tanpa bantuan APBD.
Menurutnya, kawasan Tepian Mahakam kini telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata urban yang representatif bagi warga lokal maupun pendatang. Komisi II mendorong agar iklim investasi berbasis pemanfaatan aset daerah ini terus didukung dengan pembinaan yang terukur agar kontribusi retribusinya ke kas daerah terus meningkat seiring berjalannya waktu.
“Setidaknya itu adalah teras, tempat yang bisa dijadikan salah satu beranda Kota Samarinda ketika orang luar berkunjung dan bersantai di pinggir sungai,” pungkasnya.(ADV/MYG)
![]()
