SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Sebanyak 850 atlet pencak silat dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Samarinda Open III Tahun 2026. Agenda tahunan yang diselenggarakan Disporapar Samarinda bersama IPSI Kota Samarinda ini berlangsung pada 26–29 Agustus 2026 di GOR Segiri Samarinda.
Ketua Panitia Pelaksana, Untung, menyebutkan bahwa kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan usia dini hingga remaja. Sebanyak lima daerah berpartisipasi dalam ajang ini, yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Kutai Timur.
“Kejuaraan ini mempertandingkan kategori Usia Dini II sebanyak 339 atlet dan Pra-Remaja sebanyak 267 atlet yang digelar secara pemasalan. Sementara untuk kategori Remaja diikuti 244 atlet yang bertanding secara prestasi. Kami berharap ajang ini dapat terus digelar berkelanjutan guna mencetak atlet andalan Kaltim,” terang Untung, Rabu (26/8/2026).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang membuka langsung agenda tersebut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kontingen, pelatih, ofisial, dan wasit/juri yang hadir. Ia menyebut keikutsertaan para pesilat dari 10 kecamatan di Samarinda menandakan pencak silat memiliki tempat penting di hati masyarakat.
Andi Harun menyoroti pentingnya memperbanyak kejuaraan open tournament di luar agenda reguler seperti PON, Porprov, maupun Kejurnas. Menurutnya, kompetisi yang sering digelar akan memberikan ruang bagi para atlet untuk menguji hasil latihan harian mereka.

“Walaupun saya tidak lagi menjabat Ketua IPSI Kaltim, kecintaan saya pada pencak silat tidak akan luntur. Pembinaan olahraga membutuhkan kontinuitas. Jika kompetisi reguler tidak cukup, maka open tournament adalah solusi agar motivasi latihan atlet tetap terjaga,” ujar Wali Kota.
Menanggapi perencanaan anggaran keolahragaan, Andi Harun menginstruksikan Disporapar Samarinda dan KONI Samarinda untuk segera menyusun formula pembiayaan kompetisi berkelanjutan menuju tahun 2027.
Ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan open tournament tidak boleh selalu bergantung pada alokasi APBD semata, melainkan dapat disokong melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Untuk ajang open tournament, kita bisa memanfaatkan dana CSR dan pelibatan pihak ketiga. Meski pemerintah menerapkan efisiensi, belanja di bidang keolahragaan harus tetap berjalan demi mencetak atlet-atlet profesional yang mampu membawa nama harum Kota Samarinda dan Kaltim,” tandas Andi Harun.(MYG)
![]()
