SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Praktik kecurangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Samarinda disinyalir masih marak terjadi. Komisi II DPRD Kota Samarinda mengungkap adanya indikasi kuat permainan dan manipulasi sistem Fuel Card atau barcode digital milik Pertamina di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Temuan tersebut didapat dari laporan masyarakat serta pengalaman langsung kerabat anggota dewan yang mendapati kuota harian Fuel Card miliknya mendadak habis padahal belum digunakan sama sekali.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengungkapkan bahwa sistem registrasi digital yang digadang-gadang mampu menyasarkan BBM subsidi tepat sasaran ternyata masih memiliki celah keamanan yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Seperti saya temukan ada beberapa… saya punya teman misalkan, dia punya QR itu enggak bisa dipakai. Sudah ada yang pakai katanya. Pas dia mau pakai enggak bisa, karena sudah dipakai hari itu dua kali, tiga kali. Padahal ada jatahnya satu hari,” ungkap Iswandi.
Iswandi menduga ada “permainan” teknis yang melibatkan oknum di lapangan, baik di area SPBU maupun modus penggandaan foto barcode kendaraan yang disalahgunakan oleh para pengetap BBM.
Menurutnya, modus penempelan foto barcode orang lain pada kendaraan pengetap menjadi salah satu trik untuk menguras jatah BBM subsidi, yang kemudian dijual kembali ke sektor industri maupun pengecer ilegal dengan harga jauh lebih tinggi.
“Berarti kan ini ada permainan, enggak tahu kita di mana, di SPBU-nya atau di mananya sistemnya itu. Makanya jangan sampai barcode-barcode itu ditempel di mobil, difoto nanti, dipakai orang,” tegasnya.
DPRD menilai jika kebocoran akibat praktik pengetapan dan jual-beli kuota ini terus dibiarkan, maka sampai kapan pun kuota BBM subsidi yang dialokasikan untuk masyarakat tidak akan pernah cukup.
Ia mendesak PT Pertamina dan aparat penegak hukum untuk memperketat sistem verifikasi fisik kendaraan saat scanning barcode di SPBU, serta menindak tegas oknum operator yang terbukti bermain mata dengan para pengetap.(ADV/MYG)
![]()
