SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus bergerak aktif mengawal percepatan pencairan dana insentif salur dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Kucuran dana yang diperkirakan mencapai kisaran Rp400 miliar tersebut sangat krusial bagi ketahanan dan keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.

Langkah taktis diplomasi anggaran tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, dengan melakukan koordinasi intensif ke instansi teknis tingkat provinsi.

Sekkot Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, membeberkan bahwa dirinya turun langsung menjalin komunikasi harian serta mendatangi kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim.

“Kami hari-hari koordinasi, hari-hari berusaha. Kemarin dua hari berturut-turut saya sowan ke BPKAD provinsi dan Bappeda provinsi. Itulah metode kita, kan satu rumah di Samarinda tidak jauh-jauh,” kata Sekkot Samarinda, Neneng Chamelia Shanti.

Neneng mengakui bahwa dinamika keterlambatan atau penyesuaian pencairan insentif salur saat ini menjadi tantangan yang dialami oleh hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia akibat pengetatan kondisi keuangan secara nasional.

Meski demikian, Pemkot Samarinda optimistis pendekatan persuasif dan koordinasi Lintas sektor secara berkelanjutan dapat mempercepat realisasi kucuran dana insentif tersebut guna menopang program-program pembangunan daerah.

“Mungkin karena keadaan ini berlaku secara umum di seluruh Indonesia, nah jadi ya begitulah keadaannya. Tapi upaya-upaya terus kita lakukan untuk memastikan hak insentif daerah bisa segera dicairkan,” pungkas Neneng.(MYG)

Loading

By redaksi