Kukar, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi ekonomi daerah melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Hal ini ditandai dengan pelepasan 27 peserta Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) ke Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI), yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Kamis (17/7/2025).
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa pengiriman peserta ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemkab Kukar dan KBBI. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sektor-sektor strategis sebagai pilar ekonomi baru daerah.
“Pembangunan pertanian dalam arti luas menjadi strategi kunci dalam transformasi ekonomi Kukar. Ini adalah bagian dari upaya besar kami untuk melepaskan ketergantungan pada sektor pertambangan,” kata Sunggono.
SPR dinilai selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kukar yang tengah bergerak ke arah ekonomi berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen untuk menjadikan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung baru menggantikan dominasi sumber daya alam tak terbarukan.
Berdasarkan data BPS tahun 2024, Kukar berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Timur. Luas panen padi di Kukar mencapai 26.744,87 hektare atau sekitar 46,80 persen dari total luas panen di provinsi tersebut. Sementara itu, produksi gabah kering giling mencapai 115,10 ribu ton atau setara 50,71 persen dari produksi Kaltim.
“Kukar memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur. Dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, kebutuhan pangan akan meningkat signifikan, dan Kukar harus siap menjadi penyangga utama,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kukar saat ini tengah diarahkan menjadi fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Visi ini menjadi inti dari program pemerintahan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin untuk periode 2025-2030.
Dalam kesempatan tersebut, Sunggono juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar serius mengikuti seluruh proses pendidikan selama enam bulan. Mereka dipilih melalui seleksi dan musyawarah, dengan harapan menjadi motor penggerak di sektor pertanian.
“Mereka adalah individu terpilih yang diharapkan membawa perubahan nyata di tengah masyarakat dan menjadi pelopor dalam memperkuat ketahanan pangan Kukar,” tutupnya. (adv/diskominfo-kukar)