SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Angka pengangguran di Kota Samarinda menunjukkan tren penurunan yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tepian tercatat mengalami penurunan sebesar 0,40 persen.
Capaian ini menjadi indikator membaiknya penyerapan tenaga kerja di kawasan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di tengah dinamisnya pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengungkapkan bahwa TPT Kota Samarinda berhasil ditekan dari angka 5,75 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025.
“Berdasarkan data BPS Samarinda, TPT kita berada di angka 5,31 persen. Alhamdulillah ada penurunan 0,40 persen dibandingkan tahun 2024 yang saat itu berada di angka 5,75 persen. Penurunan 0,40 persen ini secara kapasitas jumlahnya sangat signifikan bagi daerah kita,” ujar Yuyum Puspitaningrum.
Yuyum memaparkan, berdasarkan pendataan statistik tersebut, jumlah warga usia produktif di Samarinda yang belum terserap di dunia kerja atau belum memiliki pekerjaan tercatat berada di kisaran 25.000 jiwa.
Meski demikian, secara persentase makro, sebanyak 95 persen penduduk usia produktif kerja di Kota Samarinda saat ini sudah terserap di berbagai sektor lapangan usaha.
“Jumlah masyarakat usia produktif yang belum bekerja atau tercatat masih mencari kerja ada sekitar 25.000 orang. Namun secara keseluruhan kapasitas, sebanyak 95 persen penduduk usia produktif di Samarinda sebenarnya sudah bekerja,” jelasnya.
Guna memfasilitasi sisa angkatan kerja yang belum terserap di sektor formal, Disnaker Kota Samarinda secara masif menggulirkan berbagai program pelatihan keterampilan untuk sektor informal.
Langkah ini diambil sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda guna mencetak tenaga kerja mandiri yang memiliki daya saing serta keahlian wirausaha.
“Selain sektor formal, kami juga mengupayakan penanganan sektor informal melalui pelatihan berbasis masyarakat. Saat ini melalui Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas (Latas), kami telah menjalankan enam gelombang (batch) pelatihan informal bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan,” pungkas Yuyum.(MYG)
![]()
