SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Menentukan kebutuhan pembangunan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan usulan. Kondisi bangunan, riwayat pembangunan, fasilitas yang sudah tersedia hingga kebutuhan pemeliharaan perlu diketahui secara jelas agar anggaran yang disiapkan pemerintah benar-benar menyasar kebutuhan di lapangan.
Kebutuhan tersebut kini coba dijawab Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Menu Tepian Mahakam yang terintegrasi dalam aplikasi E-Dalev. Sistem ini dikembangkan untuk menghimpun data historis belanja modal, khususnya yang berkaitan dengan gedung dan bangunan sekolah.
Dengan adanya data yang tersusun dalam satu sistem, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi sarana pendidikan di setiap satuan pendidikan. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan dalam melakukan verifikasi dan penelaahan terhadap usulan belanja modal dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah.
Manfaat tersebut menjadi salah satu poin yang ditekankan Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., saat membuka sosialisasi sekaligus peluncuran Menu Tepian Mahakam di Ballroom Arutala Lantai IV Bapperida Kota Samarinda, Jalan Dahlia, Senin (21/9/2026).
Menurut Saefuddin, keberadaan data yang lengkap dibutuhkan agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berdasarkan perkiraan ataupun besarnya nilai usulan. Pemerintah perlu memastikan setiap pembangunan dan pengadaan memiliki dasar kebutuhan yang jelas.
“Jangan sampai ada pembangunan atau pengadaan dengan nilai yang besar, tetapi sebenarnya belum menjadi kebutuhan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah membutuhkan informasi mengenai sarana dan prasarana yang telah dimiliki, termasuk riwayat pembangunan serta kondisi fasilitas tersebut. Data itu dapat membantu melihat apakah suatu sekolah membutuhkan pembangunan baru, pemeliharaan atau justru rehabilitasi.
“Data menjadi bagian yang sangat penting,” ujar Saefuddin.
Bagi satuan pendidikan, Menu Tepian Mahakam juga memberikan peran yang lebih besar kepada operator dalam menyampaikan kondisi sekolah secara faktual. Data yang diinput tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi dapat menjadi gambaran awal bagi pemerintah dalam melihat kebutuhan masing-masing sekolah.

“Apa yang kita input bukan sekadar angka. Di balik data itu ada kondisi nyata sekolah yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan perencanaan pembangunan,” ujar Wawali.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kota Samarinda, Farida, mengatakan penguatan basis data tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi.
Ia menilai kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Karena itu, operator tidak hanya dituntut memahami cara menggunakan sistem, tetapi juga memastikan informasi yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Data yang masuk harus dapat memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi dan kebutuhan di masing-masing satuan pendidikan,” kata Farida.
Sosialisasi Menu Tepian Mahakam sendiri berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, dengan melibatkan 235 operator Dapodik. Peserta terdiri atas 17 operator TKA, 167 operator SD, dan 51 operator SMP.
Para operator mendapatkan pembekalan mengenai tata cara penginputan data yang nantinya menjadi bagian dari basis data historis belanja modal gedung dan bangunan sekolah.
Menurut Farida, keterlibatan operator sekolah menjadi bagian penting karena mereka berada paling dekat dengan kondisi fasilitas pendidikan di lapangan. Dengan data yang diinput secara akurat dan konsisten, pemerintah memiliki bahan yang lebih memadai untuk melihat kebutuhan pembangunan secara menyeluruh.
Peluncuran tersebut turut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, H. Marnabas Patiroy, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat Plt. Kepala Bapperida Kota Samarinda; Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dr. Ibnu Araby, M.M.Pd.; Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Samarinda, Syamsul Anwar, S.Sos.; unsur Diskominfo Kota Samarinda; serta tim pengembang aplikasi.
Ke depan, data yang dihimpun melalui Menu Tepian Mahakam diharapkan dapat membantu Pemkot Samarinda menyusun prioritas pembangunan sarana pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi nyata setiap sekolah, kebutuhan, serta kemampuan anggaran daerah.
Dengan demikian, usulan pembangunan tidak berhenti pada proses pengajuan, tetapi dapat ditelaah berdasarkan data yang memiliki riwayat dan dapat menggambarkan kebutuhan sekolah secara lebih jelas. Langkah ini diharapkan ikut mendorong pemerataan fasilitas pendidikan yang layak di Kota Samarinda.(Z)
![]()
