SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap target imbal hasil dan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lini bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “SAMAQUA”. Guna memastikan keberlanjutan bisnis dan efisiensi operasional, Pemkot Samarinda berencana mengalihkan pengelolaan BUMD ini dari karyawan internal PDAM kepada tim manajemen profesional.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, membeberkan bahwa Wali Kota Samarinda Andi Harun sempat menolak rancangan proyeksi PAD awal.
Kapasitas produksi awal yakni 350 dus dan 100 galon per hari dinilai terlalu kecil dan belum sepadan dengan nilai investasi Rp6 Miliar yang telah dialokasikan.
“Pak Wali Kota meminta target PAD dihitung ulang dengan timeline yang lebih agresif. Beliau menekankan bahwa investasi modal yang masuk harus menghasilkan keuntungan yang sepadan. Karena itu, kami menyusun ulang proyeksi keuangan agar kontribusi PAD-nya bisa lebih optimal,” ungkap Marnabas.
Merespons arahan pimpinan daerah, Pemkot Samarinda bersiap menambah unit mesin produksi baru. Langkah ini diambil agar proses cetak dan pengisian varian botol (seperti ukuran 600 ml) dapat berjalan simultan tanpa harus menghentikan lini produksi kemasan gelas atau galon.
Dengan terpisahnya lini mesin produksi, volume harian SAMAQUA diproyeksikan melonjak tajam untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar dari distributor maupun instansi pemerintah.
“Saat ini kapasitas kita masih terbatas karena mesinnya harus bergantian memindah cetakan dari ukuran 220 ml ke 330 ml. Ke depan, kita tambah alat baru supaya masing-masing varian punya lini produksi sendiri. Hasil produksinya nanti bisa jauh lebih besar,” terangnya.
Guna menghadapi peta persaingan industri AMDK yang sangat dinamis, Marnabas menegaskan bahwa operasional SAMAQUA tidak bisa terus-menerus mengandalkan struktur internal PDAM Tirta Kencana. Dalam waktu dekat, Pemkot Samarinda akan merekrut tenaga profesional untuk mengelola unit bisnis ini secara mandiri dan fleksibel.
Model pengelolaan independen ini diyakini mampu meningkatkan daya saing SAMAQUA sebagai entitas bisnis komersial yang berorientasi pada keuntungan (profit-oriented) sekaligus penyokong PAD Kota Samarinda.
“Saat ini operasional memang didampingi karyawan PDAM, tetapi ke depannya kita harus profesional. Kita akan rekrut tim profesional yang fokus mengelola bisnis ini. Perumda nanti sifatnya mendampingi dan men-support sampai unit bisnis ini benar-benar mandiri dan mampu menyumbang PAD yang signifikan bagi Samarinda,” tegas Marnabas menutup keterangannya.(MYG)
![]()
