SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi meresmikan pengoperasian kawasan Teras Samarinda Tahap II untuk segmen 2, 3, dan 4 pada Sabtu (29/8/2026) malam. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan Pemkot Samarinda dalam menata kawasan tepi Sungai Mahakam agar terintegrasi secara ekologis, ekonomi, maupun sosial.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa pembangunan Teras Samarinda Tahap II sebenarnya terdiri dari empat segmen. Namun, peresmian malam ini difokuskan pada tiga segmen terlebih dahulu, sementara segmen 1 masih menyelesaikan masa kontrak hingga akhir tahun.

“Bapak-Ibu sekalian, Teras 2 ini terdiri dari empat segmen. Yang kita resmikan malam ini adalah segmen 2, segmen 3, dan segmen 4. Kita ini sekarang berdiri di atas segmen 3. Teras Tahap 1 itu adalah segmen 1 yang kontrak pekerjaannya akan berakhir pada Desember tahun 2024 ini,” ujar Andi Harun dalam sambutannya.

Ia menambahkan, segmen 1 yang dilengkapi fasilitas jembatan penghubung tersebut ditargetkan dapat diresmikan pada akhir November atau paling lambat awal Desember mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun merinci empat poin esensial dari fasilitas baru yang dibangun di Teras Tahap II:

1. Kawasan Hijau dan Asri (Paru-Paru Baru Kota): Di segmen 2 dan 3 hadir penghijauan seluas 1.558 meter persegi yang dihiasi vegetasi seperti pohon pule, betamon pincar, bunga tabebuya, hingga bungur siam sebagai titik paru-paru baru Kota Samarinda di tepi Sungai Mahakam.
2. ⁠Dermaga Modern dan Kios UMKM: Masih di segmen 2 dan 3, terdapat dermaga seluas 2.115 meter persegi serta 12 unit kios modern yang disiapkan khusus untuk pelaku UMKM lokal.
3. ⁠Fasilitas Publik dan Kesenian: Di segmen 4 (area belakang panggung) dilengkapi mini amphitheater sebagai wadah ekspresi seni anak muda, playground anak, halte bus terpadu, serta pedestrian ramah lingkungan berbasis anti-slip bakar dan in-block warna kuning.
4. ⁠Keamanan dan Tata Kelola: Dibekali pencahayaan modern (lampu UFO, pola, spotlight), jaringan CCTV, dua unit pos pengamanan dan pos polisi, serta drainase dan utilitas tertutup yang rapi.

Mengenai operasional 12 unit kios UMKM, Andi Harun menyampaikan bahwa pengaktifannya masih harus menyusul karena Pemkot masih menyeleksi skema dan pola manajemennya dalam satu minggu ke depan.

“Apakah kita akan bekerja sama dengan pihak ketiga tanpa melibatkan APBD, ataukah pemerintah yang langsung masuk menjadi instrumen penggerak utamanya seperti pada Teras Tahap 1. Karena kios-kios UMKM-nya belum kita aktifkan, untuk sementara masyarakat yang berjalan dari ujung ke ujung diharapkan membawa air minum sendiri dulu, tapi sampahnya ditaruh di tempat sampah,” imbaunya.

Di akhir keterangannya, Wali Kota menekankan bahwa Teras Samarinda dibangun bukan hanya sebagai fisik bangunan, melainkan ruang bersama warga yang akan memicu lonjakan pariwisata, okupansi hotel, restoran, hingga transportasi daring (online) seperti taksi, ojek, dan Grab.

“Teras Samarinda bukan sekadar ruang fisik yang dibangun oleh pemerintah kota. Ini adalah ruang bersama tempat warga bertemu, berinteraksi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap kota sendiri. Dan insyaallah ini akan berpengaruh pada peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk kuliner. Bumi Samarinda ini warganya ramah-ramah banget, Anda mau makan apa aja ada,” pungkas Andi Harun.(MYG)

Loading

By redaksi