SAMARINDA, cakrawalakaltim.com – DPRD Kota Samarinda terus memperjuangkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Tepian. Ribuan ruang belajar mulai dari tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP dilaporkan masih membutuhkan penanganan perbaikan fisik dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan fasilitas sekolah yang masuk cukup masif. Aspirasi tersebut terhimpun dari berbagai jalur, mulai dari alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan, forum Musyawarah Planbang (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga kota, serta temuan langsung di lapangan saat reses.

“Usulan yang masuk sangat banyak. Dari Pokir saya pribadi saja ada beberapa sekolah, belum lagi yang dari Musrenbang maupun hasil tinjauan lapangan. Di Samarinda ini memang masih ada ribuan ruang belajar yang perlu renovasi, mulai dari kategori ringan hingga berat,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, Rabu (19/8/2026).

Puji menjelaskan, guna memenuhi kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di tengah efisiensi anggaran daerah, DPRD mendorong skema pembiayaan lintas sumber. Pemenuhan kebutuhan fisik sekolah tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda, melainkan juga memaksimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari Pemerintah Pusat serta Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi.

“Kita harus melihat kemampuan keuangan daerah. Jika APBD terbatas karena adanya penyesuaian efisiensi, tentu kita pilih mana yang paling prioritas. Sebagian perbaikan sekolah pada tahun anggaran ini juga terbantu lewat kucuran DAK fisik dari pusat yang nilainya mencapai miliaran rupiah untuk SD, SMP, hingga PAUD,” terangnya.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian legislatif adalah perbaikan infrastruktur di SMP Negeri 24 Samarinda. Puji menegaskan bahwa penanganan sekolah tersebut telah masuk dalam daftar program prioritas tahun 2026 dan sudah mendapatkan persetujuan awal, meski pelaksanaannya masih menunggu proses lelang.

“SMP 24 itu sebenarnya masuk program prioritas 2026. Sinyalnya sudah positif, tinggal menunggu proses pengerjaan dan lelangnya. Kami di Komisi IV akan terus mengawal agar usulan-usulan prioritas, baik di Samarinda Ulu, Utara, hingga Palaran, dapat terealisasi secara bertahap demi menunjang kenyamanan belajar siswa,” pungkas Sri Puji Astuti.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi