SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Gelaran Samarinda Domino Open Tournament Road to Liga Pro Series 4 resmi dibuka di GOR Segiri, Samarinda, Sabtu (12/9/2026) sore. Ajang yang diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai daerah ini menjadi momen penting bagi Kota Samarinda sebagai tuan rumah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan imbauan tegas kepada seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan fasilitas arena pertandingan.

“Selamat datang para peserta di Samarinda. Tolong ikuti pertandingan sesuai amanah Ketua Umum, yaitu no judi, no narkoba, no alkohol, dan no smoking di dalam arena. Gedung ini memang dirancang tidak untuk merokok karena menggunakan fasilitas AC dan pencahayaan khusus. Mari kita jaga bersama fasilitas publik ini,” ujar Andi Harun.

Ia juga menyemangati para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai persaudaraan, terlepas dari besarnya total hadiah yang diperebutkan.

“Permainan domino itu sama dengan kehidupan yang tidak selalu ideal. Kuncinya bukan seberapa baik kartu yang kita pegang, melainkan bagaimana strategi mengelolanya, membaca permainan lawan, dan mengambil keputusan tepat. Pemenangnya mungkin terbatas, tetapi hal terpenting yang wajib didapatkan semua peserta adalah persaudaraan,” tambahnya.

Andi Harun mengapresiasi kepercayaaan jajaran Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) dan pihak sponsor yang telah menunjuk Samarinda sebagai lokasi seri keempat turnamen nasional ini. Sebagai pecinta olahraga, ia menegaskan komitmen Pemkot Samarinda untuk selalu mendukung kegiatan keolahragaan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung memaparkan perkembangan organisasi yang berdiri sejak 2019 tersebut. Menurutnya, PORDI saat ini bernaung di bawah KORMI serta telah memiliki kepengurusan di 31 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota.

Andi Jamaro membeberkan target jangka panjang pembentukan klub atau Garda Domino Unggul (Gardu) hingga tingkat desa.

“Target kami pada 2027 adalah membentuk minimal satu Gardu di setiap desa, atau sekitar 80.000 Gardu se-Indonesia. Khusus Kalimantan Timur, dari 1.055 desa dan kelurahan, kami menargetkan terbentuk 1.000 Gardu. Jika setiap Gardu dikelola 10 pengurus dan membina 50 atlet, maka Kaltim akan memiliki 250.000 atlet domino,” jelas Andi Jamaro optimis.(MYG)

Loading

By redaksi