SAMARINDA, Cakrawalakalrim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan penyesuaian target pendapatan dan belanja dalam APBD Perubahan TA 2026 akibat tidak tercapainya proyeksi penerimaan sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kendati demikian, program unggulan daerah seperti program kuliah gratis (Gretispol) dipastikan tetap berjalan penuh tanpa pemangkasan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa koreksi target pendapatan merupakan langkah realistis berdasar evaluasi penerimaan kas daerah pada akhir tahun sebelumnya.
“Target pendapatan PKB sebesar Rp7 triliun sebelumnya terlalu optimis, karena realisasinya hanya sekitar Rp5,2 triliun. Menyesuaikan gambaran itu, Pemprov Kaltim harus melakukan koreksi pendapatan dan efisiensi pada pos belanja agar struktur APBD tetap selaras dan sehat,” ungkap Sri Wahyuni, Rabu (30/9/2026).
Menanggapi kekhawatiran publik mengenai dampak efisiensi terhadap program pelayanan dasar, Sri menegaskan bahwa anggaran Program Gratispol dipastikan aman dan tidak mengalami pergeseran.
“Gratiapol tidak ada pemotongan. Jumlah mahasiswa penerima sudah terdata lengkap dan kita sudah menjalin kerja sama dengan 52 perguruan tinggi mitra. Penyesuaian hanya terjadi secara alami jika ada mahasiswa yang tidak mendaftar ulang karena mendapatkan Beasiswa dari jalur lain,” jelasnya.
Sri Wahyuni menambahkan, Pemprov Kaltim siap menindaklanjuti seluruh catatan dan kritik dari DPRD Kaltim sebagai bahan penyempurnaan penyusunan APBD murni maupun perubahan di masa mendatang demi menjaga keselarasan antara eksekutif dan legislatif.(MYG)
![]()
