SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar memanfaatkan sisa musim kemarau untuk mengoptimalkan pembenahan infrastruktur pengendalian banjir. Langkah antisipasi ini dinilai mendesak menyusul munculnya genangan di sejumlah titik kota saat hujan sempat mengguyur beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa kondisi cuaca yang relatif kering saat ini merupakan momentum paling tepat bagi instansi terkait untuk memastikan seluruh sistem drainase berfungsi secara prima.

“Justru mumpung kondisi saat ini belum musim hujan, ini momentum buat pemerintah kota untuk memastikan sistem pengendalian banjir itu bisa berfungsi nanti saat hujan datang,” ujar Abdul Rohim.

Rohim menjelaskan, evaluasi menyeluruh harus difokuskan pada titik-titik rawan genangan guna mengidentifikasi hambatan teknis di lapangan. Berdasarkan temuan di sejumlah kawasan, masalah utama yang kerap menghambat laju air meliputi ketidaksesuaian elevasi saluran, parahnya sedimentasi lumpur, hingga tumpukan sampah.

“Kalau belum berfungsi dengan baik, segera diperbaiki mumpung kondisi saat ini masih kering,” tegas politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Lebih lanjut, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda untuk memaksimalkan kinerja tim perawatan lapangan yang kerap dijuluki pasukan “hantu banyu” dalam membersihkan saluran air secara berkala. Selain pembersihan endapan lumpur, konektivitas antar-infrastruktur seperti kolam retensi dan jaringan pembuangan utama menuju sungai juga harus dipastikan tanpa hambatan.

Ia mencontohkan keberadaan kolam retensi di kawasan Sempaja yang dinilai masih memerlukan saluran pembuangan (outlet) yang terintegrasi langsung dengan drainase Jalan Pangeran M. Noor.

“Jadi, dari kolam retensi itu harus ada outlet ke drainase. Kemudian drainase di PM Noor juga harus dipastikan sampai ke pembuangan di sungai tidak ada hambatan,” jelas Rohim.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kota Samarinda diprediksikan mulai memasuki periode musim hujan pada pertengahan November 2026. Dengan sisa waktu yang semakin singkat, DPRD Kota Samarinda berharap Pemkot Samarinda bergerak cepat menuntaskan perbaikan teknis guna menekan risiko banjir susulan secara signifikan.(ADV)

Loading

By redaksi