SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Kelangkaan BBM bersubsidi yang saban tahun terjadi di Kota Samarinda dinilai tidak lepas dari masalah perencanaan dan pemutakhiran data yang buruk. Komisi II DPRD Samarinda menduga kuota BBM yang ditetapkan untuk Kota Samarinda masih mengacu pada data pertumbuhan kendaraan bertahun-tahun lalu.

DPRD menilai ketidaksesuaian antara jumlah armada kendaraan yang terus bertambah saban bulan dengan alokasi kuota yang stagnan menjadi pemicu utama terjadinya kelangkaan berulang.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyatakan bahwa perhitungan kuota BBM nasional seharusnya bersifat dinamis dan menyesuaikan laju pertumbuhan ekonomi serta laju pemilikan kendaraan di daerah.

“Tolong dihitung ulang lagi berapa jumlah kendaraan. Siapa tahu data kuota kita itu masih data mungkin tiga-empat tahun yang lalu. Sementara tiap tahun kendaraan kan bertambah terus. Tolong dilihat lagi, data terbaru atau data lama ini,” ujar Iswandi.

Selain masalah data yang diduga usang, Iswandi juga menyoroti pola kelangkaan BBM yang selalu memiliki siklus serupa, yaitu makin memburuk saat memasuki kuartal akhir atau ujung tahun.

Menurut logikanya, hal itu terjadi karena skema pembagian kuota harian yang dipaksa untuk mencukupi kalkulasi tahunan hingga bulan Desember, sehingga terjadi pengetatan pasokan di akhir tahun usai jatah di awal tahun terpakai masif.

“Dan coba perhatikan dari tahun ke tahun, pasti kuotanya yang agak repot dan kurang itu pasti di ujung-ujung tahun. Karena mau digenapkan nanti mungkin di ujung sampai Desember harus cukup. Kalau di awal tahun sikat aja. Logika saya sih begitu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Iswandi menegaskan bahwa penyelesaian masalah kelangkaan BBM tidak bisa hanya berfokus pada satu sisi, melainkan harus menyatukan langkah penambahan kuota riil dan pembenahan tata kelola distribusi.

DPRD mendorong Pemerintah Kota Samarinda bersama Pertamina untuk segera memvalidasi ulang data jumlah kendaraan aktif, agar pengajuan kuota ke BPH Migas benar-benar mencerminkan kebutuhan rill warga di lapangan.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi