SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pembangunan lapak semipermanen pascakebakaran hebat di Pasar Segiri pada Maret lalu akhirnya dinyatakan rampung dalam kurun waktu satu bulan. Kendati demikian, Komisi III DPRD Kota Samarinda menegaskan tidak akan tutup mata dan siap mengawal kelayakan fisik bangunan yang menelan Dana Tak Terduga (DTT) sebesar Rp1,1 miliar tersebut.

Langkah penanganan cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ini ditujukan agar roda ekonomi pedagang tidak lumpuh terlalu lama. Konstruksi bangunan yang memadukan material baja ringan, kayu ulin, dan lantai cor beton tersebut dilaporkan telah tuntas 100 persen sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Meski pengerjaan fisik diklaim selesai, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan bahwa pihak legislatif belum bisa memberikan penilaian sepihak mengenai kelayakan bangunan sebelum melihat fakta di lapangan.

“Sampai hari ini, Komisi III belum meninjau ke lapangan. Kita belum melihat langsung bangunan yang dibuat pemerintah kota,” ujar Deni.

Politikus Partai Gerindra ini membeberkan bahwa Komisi III telah menjadwalkan agenda inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada masa reses Juni mendatang. Pengecekan ini krusial untuk memastikan kesesuaian spesifikasi bangunan dan memastikan anggaran miliaran rupiah tersebut benar-benar tepat sasaran.

“Paling utama, kita ingin pedagang yang kemarin terdampak kebakaran bisa segera kembali beroperasi secara stabil,” tegas Deni.

Tidak hanya mengevaluasi proyek jangka pendek pascabencana, Komisi III juga melempar kritik membangun terkait arah penataan Pasar Segiri ke depan. Deni mengingatkan Pemkot Samarinda agar tidak berpuas diri pada pembangunan lapak sementara, melainkan harus mulai merancang konsep tata ruang pasar tradisional yang lebih modern dan terintegrasi.

DPRD Samarinda mendorong instansi terkait untuk membuat spesialisasi fungsi pada tiap pasar tradisional di Kota Tepian. Menurutnya, pengelompokan pasar berdasarkan jenis komoditas spesifik akan membuat aktivitas perdagangan jauh lebih tertata dan profesional.

“Kita ingin agar masing-masing pasar memiliki fungsinya masing-masing,” pungkas Deni.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi