SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan intensitas pemantauan infrastruktur olahraga di Kabupaten Paser jelang pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026. Pemprov Kaltim menegaskan tidak akan mengorbankan standar keselamatan dan kualitas arena pertandingan demi mengejar status tuan rumah tunggal.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik pembangunan dan perbaikan arena (venue) pertandingan di Kabupaten Paser telah mencapai kisaran 85 persen. Meskipun persentase kesiapan tergolong positif, evaluasi kelayakan teknis terus dilakukan secara berkala.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menegaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menyusun skenario darurat (contingency plan) jika terdapat arena olahraga yang gagal memenuhi tenggat waktu penyelesaian.
“Apabila dalam proses verifikasi akhir masih ada arena pertandingan yang belum siap di Kabupaten Paser, saya minta agar hal tersebut segera disampaikan. Kita tidak ragu untuk mengalihkan pertandingan cabang olahraga tersebut ke Kota Balikpapan atau Kota Samarinda agar pelaksanaan laga tetap mengacu pada standar teknis,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, Rabu (22/7/2026).
Untuk mendukung kelancaran hajatan olahraga multicabor ini, Pemprov Kaltim telah memplot alokasi anggaran daerah sebesar Rp20 miliar. Pembiayaan tersebut disalurkan melalui mekanisme Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
Rasman menyebutkan, kucuran dana jumbo ini diperuntukkan bagi kebutuhan krusial pelaksanaan di lapangan, mulai dari akomodasi, konsumsi, operasional kepanitiaan, hingga jaminan perangkat pertandingan.
“Dukungan anggaran yang kami alokasikan kurang lebih Rp20 miliar. Pos ini disiapkan untuk kebutuhan panitia pelaksana, perangkat pertandingan, konsumsi, akomodasi, moda transportasi, honorarium wasit, hingga pengadaan jersey. Kami harapkan porsi ini sudah tidak berubah lagi,” terangnya.
Rasman menguraikan bahwa pembagian porsi pembiayaan telah diatur secara sistematis antara pemprov dan Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim. Pemprov bertindak memfasilitasi kebutuhan umum gelaran, sedangkan biaya kontingen, atlet, dan pelatih menjadi domain pemerintah kabupaten/kota masing-masing.
Adanya penyesuaian kemampuan fiskal daerah berdampak pada efisiensi besaran honorarium bagi perangkat pertandingan yang bertugas. Pihaknya mengimbau jajaran pengurus provinsi (pengprov) cabor untuk mengedepankan semangat kebersamaan demi suksesnya agenda daerah.
“Kondisi fiskal Kaltim saat ini menuntut kita melakukan penyesuaian pada besaran anggaran pendukung, termasuk nilai honor bagi para wasit dan juri. Kami berharap seluruh cabang olahraga dapat memaklumi penyesuaian keuangan daerah ini demi kelancaran agenda Porprov,” tandasnya.
Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 yang akan bergulir pada November mendatang diproyeksikan menjadi ajang seleksi utama atlet Kaltim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pemerintah provinsi menaruh harapan besar agar seluruh infrastruktur dan teknis acara dapat dirampungkan tepat waktu, sehingga pesta olahraga kebanggaan warga Kaltim ini dapat bergulir dengan aman dan berprestasi,” pungkas Rasman Rading.(MYG)
![]()
