SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk lebih agresif dalam meningkatkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga menyentuh angka Rp1,3 triliun. Target fiskal ini dinilai krusial guna menjaga ritme pembangunan daerah di tengah berlanjutnya kebijakan efisiensi anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa upaya pemenuhan target pendapatan daerah harus ditempuh melalui penggalian potensi yang ada secara terukur, tanpa harus menambah beban finansial masyarakat.

Deni membeberkan, peningkatan PAD wajib ditopang oleh tiga langkah strategis utama, yakni intensifikasi, ekstensifikasi, serta penciptaan inovasi penerimaan baru.

“Yang pertama kami menyarankan adanya intensifikasi. Artinya melakukan intensifikasi terhadap sumber PAD yang ada di Kota Samarinda yang selama ini penopang terbesar adalah pajak,” kata Deni, Jumat (14/6/2026).

Pada aspek ekstensifikasi, DPRD Samarinda mendesak pemerintah kota untuk hadir dan menggarap sektor-sektor non-pajak yang selama ini belum terkelola maksimal, salah satunya adalah sektor pariwisata lokal yang mulai tumbuh pesat.

Selain pariwisata dan kemudahan investasi, langkah ketiga difokuskan pada inovasi lini usaha daerah, seperti optimalisasi bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Pemkot Samarinda sebagai sumber penerimaan baru.

“Pariwisata yang ada di Kota Samarinda ini banyak mulai tumbuh, tapi pemerintah kota belum hadir di sana. Ini juga menjadi sumber PAD kita,” terangnya.

Deni menyegarkan komitmen bahwa gairah meningkatkan PAD tidak boleh mencederai kondisi ekonomi warga. Kebijakan perpajakan daerah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), diminta tetap memperhatikan tingkat kemampuan dan daya beli masyarakat.

Harapannya, perumusan strategi penguatan PAD ini dapat terealisasi penuh pada tahun anggaran 2027 agar pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur Kota Samarinda tetap melaju kencang.

“Kita ingin bahwa di tengah efisiensi ini banyak masyarakat kita yang kondisinya kurang bagus, kita tidak ingin. Makanya menggali lebih dalam lagi tapi tidak memberatkan masyarakat,” pungkas Deni.(ADV/MYG)

Loading

By redaksi