SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Kawasan Folder Air Hitam Kota Samarinda yang menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih optimal. Keberadaan ruang publik tersebut juga terus mendorong geliat ekonomi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Meski demikian, penataan kawasan tersebut hingga kini masih menyisakan sejumlah permasalahan teknis dan sosial. Maraknya aktivitas pedagang di sekeliling folder yang memicu timbulan sampah serta ketiadaan fasilitas pengatur parkir kendaraan menjadi keluhan utama warga sekitar.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan kawasan folder bagi penggerak roda ekonomi warga. Namun, ia mengingatkan agar aspek ketertiban dan kenyamanan publik tidak diabaikan begitu saja oleh para pengelola maupun pedagang.
“Prinsipnya kita sangat mendukung warga memanfaatkan Folder Air Hitam untuk berolahraga maupun berjualan menambah penghasilan. Tetapi pengelolaannya harus mengedepankan aspek kebersihan, estetika kawasan, hingga keamanan publik,” ungkap Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.
Selain persoalan pedagang, Helmi secara khusus menyoroti ketiadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekeliling folder pada malam hari. Kondisi penerangan yang minim dikhawatirkan memicu potensi tindak kejahatan maupun perbuatan asusila yang meresahkan warga.
“Kondisi gelap di malam hari ini sangat bahaya dan meresahkan. Kami akan minta dinas teknis terkait untuk segera memasang lampu penerangan jalan di sekitar folder agar kawasan ini terang dan aman dikunjungi keluarga,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Helmi mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mengkaji penataan lahan parkir resmi di kawasan Folder Air Hitam. Menurutnya, penataan parkir terpadu selain mengurai kemacetan jalan juga dapat menjadi sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.
“Kalau Pemkot mau siapkan kantong parkir resmi beserta fasilitas pendukung yang representatif, orang nyaman berkunjung dan bahu jalan tidak terganggu. Ini peluang bagus untuk menggaet retribusi daerah agar masuk ke kas kota,” tutur Helmi.(ADV/MYG)
![]()
