SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemkot Samarinda mengucurkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD guna menanggulangi dampak fenomena El Nino setelah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026 mendatang.

Keputusan yang disahkan melalui Keputusan Wali Kota Nomor: 300.2/242/HK-KS/VIII/2026 tersebut menyasar penanganan terpadu terhadap maraknya titik karhutla, gangguan produksi air bersih, dan krisis air pertanian di wilayah Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa fenomena pasang air laut telah memicu intrusi air asin ke Sungai Mahakam, yang mengancam keandalan pasokan air minum warga di wilayah Palaran dan sekitarnya.

Andi Harun menjelaskan bahwa petugas teknis disiagakan untuk memeriksa konsentrasi klorida air setiap jam. Jika kadar garam menyentuh batas 250 ppm, penyedotan air baku di intake Palaran, Bantuas, Bukuan, dan Pulau Atas akan dihentikan sementara.

“Kalau air terintrusi air asin dan kloridanya naik pada 250 ppm, maka intake produksi kita stop. Begitu kloridanya melandai di bawah batas aman, mesin produksi langsung dihidupkan kembali,” terangnya.

Penurunan konsentrasi garam sempat terjadi setelah hujan turun di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara, yang membantu mengencerkan debit air Sungai Mahakam menuju Samarinda.

Di samping penanganan krisis air dan pembasahan karhutla, Pemkot Samarinda mengingatkan warga di area perbukitan untuk mewaspadai ancaman tanah longsor pada fase peralihan musim.

“Tanah lempung berpasir di Samarinda sangat rentan bergeser begitu diguyur hujan deras usai kekeringan panjang. Kami mengimbau warga tetap siaga menghadapi transisi cuaca ini,” pungkas Andi Harun.(MYG)

Loading

By redaksi