SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Upaya penataan transportasi publik dan penguraian kemacetan di Kota Samarinda memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal mengoperasikan jaringan bus massal terintegrasi berbasis digital melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan penuh alokasi stimulus dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa dukungan anggaran dari pusat tersebut disiapkan untuk menopang seluruh biaya operasional armada selama masa transisi awal.

“Kita sudah mendapat lampu hijau terkait nota kesepahaman (MoU) yang harus dipersiapkan, isinya mengenai handover. APBN memberikan stimulus pembiayaan selama tiga tahun, dan setelahnya baru menjadi tanggung jawab penuh Pemkot Samarinda,” ujar Hotmarulitua Manalu.

Manalu menekankan bahwa layanan bus massal ini dirancang secara modern dan terikat standar pelayanan minimum. Berbeda dari angkutan konvensional, armada baru ini tidak akan menggunakan sistem mengetem demi menjaga ketepatan waktu perjalanan.

“Angkutan umum ini tidak berbasis menunggu muatan penuh, melainkan menjaga kepastian jadwal kedatangan (headway). Di dalam bus dilengkapi CCTV, pendingin udara, dan sopir berseragam rapi. Masyarakat bisa memantau jadwal armada serta ketersediaan tempat duduk melalui aplikasi. Pembayarannya pun penuh nontunai (cashless) menggunakan mesin Tap On Bus,” jelasnya.

Guna menjangkau berbagai kawasan pemukiman hingga pusat aktivitas kota, Dishub Samarinda memetakan rute yang mencakup tujuh trayek utama dan enam trayek pengumpan (feeder). Setiap jalur akan disiagakan tujuh unit armada, termasuk armada khusus ramah disabilitas dengan pintu ramp.

Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan infrastruktur penunjang seperti titik pit and stop serta halte terpadu di sepanjang koridor operasional.

“Untuk tarif diusulkan Rp2.500 dan sifatnya terintegrasi. Warga yang naik feeder dari area perumahan seperti Bengkuring atau kawasan Jalan Jakarta hanya perlu bayar satu kali saat melanjutkan perjalanan menggunakan bus utama,” pungkas Manalu.(MYG)

Loading

By redaksi