SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Minimnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan masih membayangi kegiatan belajar mengajar di SD Filial Loa Kumbar, Kelurahan Loa Buah. Selain belum memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan, kawasan terisolir di pinggiran Kota Samarinda ini juga belum memiliki unit sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kondisi tersebut membuat anak-anak lulusan SD di Loa Kumbar harus menempuh perjalanan jauh membelah sungai atau menerjang jalur darat yang ekstrem untuk melanjutkan pendidikan jenjang menengah.

“Sekolah belum memiliki UKS, belum memiliki perpustakaan karena ini akan menghambat proses pembelajaran. Kan kalau SMP juga mereka mengharapkan kalau bisa SMP juga ada di Loko Umbat, walaupun dengan keterbatasan,” terang Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Puji membeberkan, ketersediaan perpustakaan sangat krusial untuk meningkatkan tingkat literasi anak-anak terpencil. Begitu pula keberadaan ruang UKS yang vital untuk memberikan pertolongan pertama saat siswa mengalami sakit di sekolah.

Komisi IV mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda untuk mulai memetakan kebutuhan sarpras pendukung, termasuk mengkaji opsi pembukaan kelas filial tingkat SMP di Loa Kumbar.

“Meskipun jumlah muridnya terbatas, hak mereka mendapatkan fasilitas belajar yang layak, buku bacaan, dan akses jenjang SMP tidak boleh diabaikan,” tegas Politisi Perempuan tersebut.(ADV)

Loading

By redaksi