SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal partisipasi aktif kalangan mahasiswa dan generasi muda pada proses perumusan kebijakan publik. Penguatan peran pemuda kini ditopang oleh regulasi khusus yang menjamin ruang pergerakan serta ide-ide kreatif daerah.

Langkah penguatan ini bertujuan agar ide-ide kritis yang dimiliki oleh generasi penerus dapat terakomodasi secara formal di dalam sistem pemerintahan daerah.

Pihak legislatif menegaskan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat dari elemen mahasiswa tidak hanya sebatas disuarakan melalui aksi unjuk rasa di jalanan, melainkan wajib diimbangi dengan ruang dialektika yang konstruktif dan solutif.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyatakan bahwa jajaran dewan secara terbuka menyiapkan waktu dan tempat bagi organisasi kemahasiswaan untuk berdialog secara berkala, baik di gedung legislatif maupun ruang publik.

“Aspirasi yang kawan-kawan selama ini disampaikan lewat jalanan itu juga diimbangi dengan diskusi-diskusi yang membangun. Sebagai kami di DPRD itu sekarang kita juga sudah ada bentuk Perda Kepemudaan. Nah, aksi kegiatan kepemudaan juga ada,” ungkap Helmi Abdullah.

Ia menambahkan, keberadaan Perda Kepemudaan menjadi landasan hukum yang sangat krusial agar program-program pemberdayaan pemuda dapat berjalan secara berkelanjutan serta memperoleh alokasi dukungan dari pemerintah daerah.

Melalui regulasi daerah tersebut, DPRD Samarinda ingin memastikan bahwa setiap gagasan dan gerakan kepemudaan memiliki payung hukum yang kuat dan terintegrasi dengan rencana pembangunan kota.

Pintu kantor legislatif dipastikan terbuka lebar bagi para aktivis mahasiswa maupun komunitas pemuda yang ingin menyampaikan naskah akademik, hasil kajian, atau aduan masyarakat secara langsung.

“Mudah-mudahan itu bisa dikolaborasikan dalam kegiatan keseharian nanti yang ada di Kota Samarinda. Artinya kita juga memberi ruang untuk kepada kawan-kawan HMI, termasuk yang lain-lainnya untuk berdialog. Bisa datang ke kantor atau nanti kita bisa kegiatan di warung-warung kopi mendiskusikan bagaimana pembangunan Kota Samarinda,” terangnya.

Sinergi yang terbangun antara dewan dan pemuda ini diharapkan dapat mentransformasikan energi kritis mahasiswa menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi seluruh warga kota.

Loading

By redaksi