SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Ketua Fraksi Demokrat-PPP DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran salah satu anggota fraksinya, Andi Faisal Assegaf, dalam rapat paripurna DPRD Kalimantan Timur yang mengagendakan pembahasan usulan hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur.
Agus menegaskan, absennya Andi Faisal murni disebabkan oleh kondisi kesehatan dan sama sekali tidak berkaitan dengan sikap politik Fraksi Demokrat-PPP terhadap agenda yang dibahas dalam rapat tersebut.
Menurutnya, penjelasan ini perlu disampaikan agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat setelah rapat paripurna pada 10 Juni 2026 terpaksa ditunda lantaran tidak memenuhi syarat kuorum.
“Perlu kami luruskan bahwa saat rapat paripurna berlangsung, Pak Andi Faisal Assegaf berhalangan hadir karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengikuti agenda tersebut,” ujar Agus Aras saat ditemui di Samarinda, Senin (29/6/2026).
Ia menegaskan, ketidakhadiran Andi Faisal tidak dapat diartikan sebagai bentuk penolakan ataupun dukungan terhadap usulan hak angket. Menurut Agus, Fraksi Demokrat-PPP tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari lembaga legislatif dengan menghadirkan mayoritas anggotanya dalam rapat tersebut.
Agus menjelaskan, dari empat anggota Fraksi Demokrat-PPP di DPRD Kalimantan Timur, tiga orang hadir mengikuti rapat paripurna, yakni Agus Aras, Husin Djufri, dan Nurhadi Saputra. Sementara Andi Faisal Assegaf tidak dapat menghadiri agenda karena tengah menjalani pemulihan kesehatan.
“Ketidakhadiran Pak Andi Faisal semata-mata karena faktor kesehatan, bukan karena alasan lain ataupun sikap politik terhadap agenda yang dibahas,” tegasnya.
Sebelumnya, rapat paripurna DPRD Kalimantan Timur yang mengagendakan pembahasan usulan hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, ditunda karena tidak memenuhi kuorum. Dari total 55 anggota DPRD Kalimantan Timur, sebanyak 32 anggota tercatat hadir, sehingga jumlah tersebut belum memenuhi ketentuan tata tertib DPRD untuk melanjutkan pembahasan agenda paripurna.(*)
![]()
