SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi mengoperasikan sepuluh unit insinerator di sembilan kecamatan serta meluncurkan sistem digitalisasi pengelolaan sampah. Agenda strategis dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia ini dipusatkan di Insinerator Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026).

Langkah inovasi ini menggabungkan penggunaan kartu Radio Frequency Identification (RFID) untuk transaksi bahan bakar nontunai serta pemasangan alat pemantau GPS tracker pada armada kebersihan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda juga memulai program rintisan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Terpilah untuk mengubah pola pengelolaan sampah sejak dari hulu.

“Atas arahan Bapak Wali Kota Samarinda dan komitmen Pemerintah Kota Samarinda, Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda terus melakukan berbagai pembenahan dari berbagai aspek pelayanan maupun tata kelola organisasi,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso.

Suwarso menjelaskan bahwa seluruh inovasi digital dan teknis ini menjadi pondasi penting menuju sistem manajemen persampahan yang terintegrasi di Kota Tepian. Melalui draf kolaborasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, seluruh pengambilan keputusan kebersihan ke depan dapat dilakukan secara cepat dan berbasis data riil di lapangan.

“Seluruh inovasi tersebut menjadi fondasi menuju sistem manajemen persampahan terintegrasi di Kota Samarinda, di mana seluruh data operasional, armada, pelayanan hingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat, tepat,” sambung Suwarso.

Program pembenahan lingkungan berskala makro ini mendapatkan dukungan penuh dari jajaran eksekutif yang meminta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi. Pengendalian banjir, perluasan ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan diposisikan sebagai draf prioritas utama dalam mendukung pembangunan rendah karbon.

“Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dengan Tema ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’ mengajak kita untuk bergerak dari komitmen menuju aksi nyata. Saat ini bukan lagi waktunya hanya berdiskusi, melainkan waktunya bekerja, berkolaborasi, dan berinovasi,” tutur Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Andi Harun mengingatkan bahwa sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda memegang tanggung jawab ekologi yang besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam. Warga diajak untuk mengubah perilaku sehari-hari dengan mengurangi kantong plastik sekali pakai serta konsisten memilah sampah rumah tangga dari sumbernya.

“Saya mengajak seluruh warga Kota Samarinda untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan akan memberikan kontribusi besar apabila dilakukan secara konsisten,” pungkas Andi Harun.(MYG)

Loading

By redaksi