SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com –
Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar agenda edukasi interaktif bertajuk Bincang Bugar dengan mengusung tema Indonesia Aktif: Dari Kalimantan Timur untuk Generasi Emas Indonesia.
Agenda talkshow tersebut diselenggarakan di Gedung Odah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (28/7/2026) yang dihadiri oleh jajaran perwakilan pengurus KORMI dari lima kabupaten dan kota di Kaltim, meliputi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kota Bontang, dan Kota Samarinda.
Ketua Umum KORMI Provinsi Kaltim, Syarifah Suraidah, menegaskan bahwa posisi Kaltim sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul secara fisik dan mental.

“Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab besar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan bugar menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Generasi Emas 2045 melalui gerakan Kaltim Aktif,” ujar Syarifah Suraidah.
Syarifah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mentransformasikan aktivitas fisik menjadi bagian dari pola hidup harian, sejalan dengan Kampanye Indonesia Bugar 2045.
Ia berharap perumusan gagasan dalam forum Bincang Bugar ini dapat langsung ditindaklanjuti oleh seluruh pengurus KORMI di tingkat kabupaten dan kota.
“Melalui Bincang Bugar ini, kami sengaja menghadirkan Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal KORMI Nasional agar para pengurus daerah dapat mendengarkan secara langsung ruang lingkup serta arah kebijakan organisasi. Kami berharap forum ini menghasilkan langkah nyata yang dapat diimplementasikan di seluruh Kaltim,” paparnya.

Lebih lanjut, Syarifah menekankan bahwa penguatan olahraga masyarakat di tingkat akar rumput akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas daerah.
“Mari kita jadikan olahraga masyarakat sebagai budaya, karena masyarakat yang aktif akan menjadi masyarakat yang sehat. Masyarakat yang sehat akan menjadi masyarakat yang produktif, dan masyarakat yang produktif akan membawa Kalimantan Timur semakin maju menuju Indonesia Emas,” tegas Syarifah.
Dalam sesi talkshow utama Bincang Bugar, Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, Kemalsyah Nasution, membedah secara mendalam konsep Indonesia Aktif.
Gerakan sosial nasional ini dirancang sebagai ekosistem berbasis Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dan kerja sama lintas sektor guna mengolahragakan masyarakat serta meningkatkan indeks kebahagiaan publik.
Kemalsyah memaparkan bahwa gerakan ini memiliki lima sasaran strategis, yakni memacu partisipasi olahraga harian, membangun budaya bugar secara nasional, memperkuat eksistensi INORGA, meningkatkan kapasitas penggerak organisasi, serta menciptakan dampak nyata pada sektor sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
“Gerakan Indonesia Aktif kami arahkan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga, membangun budaya hidup sehat secara nasional, serta memperkuat eksistensi dan peran INORGA di seluruh daerah,” kata Kemalsyah Nasution.
Untuk merealisasikan target tersebut, KORMI Nasional menurunkan lima pilar program utama. Pilar pertama adalah Minggu Bugar, yakni kegiatan kebugaran rutin berbasis keluarga di ruang publik seperti arena Car Free Day (CFD) dan taman kota untuk membentuk kebiasaan berolahraga (habit formation).
Pilar kedua adalah Sport Festival, yang difungsikan sebagai ajang konsolidasi, pameran keahlian, dan miniatur ajang nasional di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.
Pilar ketiga adalah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS), yakni ajang multi-event olahraga rekreasi terbesar di Indonesia yang digelar setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. FORNAS bersifat inklusif, non-elitis, dan ramah bagi seluruh tingkatan umur.
Ajang FORNAS mengintegrasikan pegiat dari tiga komisi utama KORMI, yaitu Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB), Komisi Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK), serta Komisi Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT).
Selain melestarikan warisan budaya lokal, perhelatan ini terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi daerah melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perhotelan, serta pariwisata (sport tourism).
Pilar keempat difokuskan pada penguatan mutu SDM melalui KORMI Akademi atau Akademi Olahraga Masyarakat Indonesia (AOMI). Lembaga khusus ini bertugas menyusun standar keselamatan (safety standards), kurikulum pembelajaran, riset sport science sederhana, serta penerbitan lisensi dan sertifikasi resmi bagi instruktur senam, pelatih olahraga tradisional, pemandu olahraga petualangan, hingga wasit.
Pilar kelima adalah Bincang Bugar itu sendiri, yang dikonsepkan sebagai saluran dialog multimedia yang kasual, informatif, dan komunikatif guna meningkatkan literasi masyarakat terkait pencegahan penyakit tidak menular, nutrisi harian, hingga kesehatan jiwa.
Kemalsyah menekankan bahwa seluruh pilar strategis tersebut saling bertautan untuk memastikan kegiatan fisik di masyarakat dapat berjalan aman, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Melalui KORMI Akademi, kami memastikan para instruktur dan penggerak di lapangan memiliki kompetensi serta standar keselamatan yang teruji. Ketika kebugaran fisik berpadu dengan edukasi yang tepat, kita tidak hanya melahirkan masyarakat yang sehat, tetapi juga membangun karakter bangsa yang tangguh,” tutup Kemalsyah.(MYG)
![]()
