SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda resmi melakukan terobosan baru dalam pelayanan bursa kerja daerah dengan meluncurkan sistem pencocokan otomatis (Auto Matching System). Fitur digital terpadu tersebut diintegrasikan langsung ke dalam portal resmi tepian.samarindakota.go.id guna memangkas birokrasi perekrutan berbasis kertas (paperless).

Inovasi ini dihadirkan untuk menjembatani kesenjangan informasi antara pencari kerja dan korporasi penyedia lowongan. Melalui aplikasi ini, para pemohon tidak perlu lagi membawa tumpukan berkas fisik saat melamar pekerjaan pada pergelaran bursa kerja daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menjelaskan bahwa mekanisme kerja platform digital ini memanfaatkan integrasi data Pencari Kerja (AK-1) dan Pemberi Kerja (AK-3). Sistem secara otomatis akan menganalisis kesesuaian kualifikasi kedua belah pihak.

“Alhamdulillah hari ini pertama kali kita memasukkan Auto Matching System di portal tepian.samarindakota.go.id. Melalui aplikasi ini, pencari kerja tidak perlu lagi membawa berkas lamaran fisik, cukup mengunggah dokumen pendukung secara digital. Setelah mendaftar, sistem akan mengirimkan notifikasi saran perusahaan yang direkomendasi di Disnaker, baik ke aplikasi maupun ke alamat pos-el (email) pencari kerja,” ujar Yuyum Puspitaningrum.

Yuyum memaparkan, kemudahan serupa juga dirasakan oleh manajemen perusahaan yang telah memegang akun Kartu Tanda Pendaftaran Lowongan Pekerjaan (AK-3). Pihak HRD (Human Resources Development) dapat menyaring kandidat secara spesifik berdasarkan kriteria keahlian yang dibutuhkan tanpa harus memilah berkas lamaran satu per satu.
Sistem akan secara otomatis menyodorkan daftar nama pencari kerja yang memiliki kualifikasi paling mendekati (match) dengan spesifikasi jabatan yang dibuka oleh perusahaan.

“Dari sisi perusahaan juga demikian. Begitu mereka mendaftar AK-3 di portal Tepian, sistem langsung menampilkan daftar nama pencari kerja yang sesuai dengan spesifikasi yang dicari. Perusahaan tinggal mengecek data pelamar yang masuk untuk diproses lebih lanjut,” jelas Yuyum.

Pengembangan sistem digital ini merupakan hasil kolaborasi teknis antara Disnaker Kota Samarinda bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda serta tim pengembang lunak yang dirancang sejak 2022. Langkah ini diambil untuk menjawab tren pertumbuhan angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun.

Pemkot Samarinda optimistis ketersediaan fitur pencocokan otomatis ini dapat memangkas durasi proses rekrutmen sekaligus menaikkan angka penempatan kerja di wilayah Kota Tepian.

“Aplikasi ini dikembangkan bersama Diskominfo Samarinda untuk menjawab kondisi di mana angka pencari kerja terus meningkat, sementara informasi lowongan sering kali berjalan sendiri-sendiri. Hari ini resmi kita luncurkan dan gunakan secara perdana, dengan harapan tingkat penempatan kerja masyarakat Samarinda semakin meningkat,” tutup Yuyum Puspitaningrum.(MYG)

Loading

By redaksi