SAMARINDA, Cakrawalakaltim.com – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian ekstra terhadap kepastian keikutsertaan kontingen Kota Tepian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026. Pasalnya, waktu pelaksanaan yang kian dekat justru dihadapkan pada kendala krusial, mulai dari belum tersedianya anggaran di APBD murni hingga ancaman krisis penginapan di daerah tuan rumah.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Muhammad Novan Syahronie Pasie mengungkapkan fakta bahwa pemerintah kota belum mengalokasikan anggaran keberangkatan kontingen secara utuh dalam batang tubuh APBD Murni.
“Kalau untuk anggaran pelaksanaan di APBD murni itu sama sekali tidak ada, nol rupiah. Yang tersedia saat ini hanya dana untuk pendaftaran dan persiapan awal yang nilainya kurang lebih sekitar 150 juta rupiah,” ungkap Muhammad Novan Syahronie Pasie, Senin (20/7/2026).
Padahal, berdasarkan laporan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda, usulan anggaran yang diajukan untuk memberangkatkan sekitar 1.700 atlet dan ofisial mencapai angka Rp10,5 miliar. Melihat kondisi ini, Novan menegaskan satu-satunya solusi logis penyelamatan kontingen adalah dengan mengandalkan APBD Perubahan.
“Solusi satu-satunya hanya melalui anggaran perubahan. Namun, untuk finalisasi angka 10,5 miliar rupiah yang diusulkan KONI tersebut, kami dari legislatif bersama pemerintah kota harus menghitung ulang dengan melihat kemampuan fiskal daerah. Ke depan, kami akan segera menggelar rapat kembali bersama BPKAD dan Bapenda untuk memastikan ketersediaan plot anggaran ini,” tegasnya.
Selain terganjal persoalan dana, Novan membeberkan adanya kendala non-teknis yang tidak kalah pelik, yakni keterbatasan daya tampung akomodasi di Kabupaten Paser selaku tuan rumah.
Berdasarkan data yang dihimpun, kapasitas penginapan atau tempat tinggal yang tersedia di Paser dilaporkan hanya mampu menampung sekitar 2.000 orang saja. Sementara itu, total rombongan atlet, pelatih, dan ofisial yang akan menyerbu daerah tersebut dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim diprediksi menembus angka 12.000 orang.
“Ini ada selisih yang sangat ekstrem antara daya tampung dengan jumlah massa yang datang. Makanya kendala akomodasi ini harus dimatangkan betul oleh pihak penyelenggara dan KONI. Sembari kami memastikan ketersediaan anggaran di perubahan, KONI Samarinda punya tugas berat untuk memastikan di mana atlet kita nanti akan menginap, termasuk memastikan kejelasan cabor dan nomor tanding yang resmi dikeluarkan provinsi,” pungkas Novan.(ADV/MYG)
![]()
